3 BUMN akan Berkolaborasi Membentuk Perusahaan Baterai Kendaraan Listrik Raksasa di Indonesia

Pemerintah Indonesia kelihatanya sangat getol untuk mengejar ketertinggalannya di dalam industri kendaraan listrik. Dan sekarang mereka kelihatannya akan berfokus untuk mempersiapkan Indonesia menjadi negara pemroduksi baterai kendaraan listrik raksasa dunia.

Baterai sendiri memang salah satu bagian vital dari kendaraan listrik dan pengembangannya masih terus dikebut oleh berbagai pihak agar dapat meningkatkan efisiensi, kapasitas, dan juga ukurannya. Sedangkan Indonesia sendiri kita tahu merupakan salah satu penyedia sumber daya nikel terbesar di dunia.

Untuk merealisasikan keingingan tersebut, Pemerintah menunjuk 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk nantinya berkolaborasi dengan perusahaan luar negeri dalam membentuk perusahaan baterai kendaraan listrik raksasa di Indonesia. 3 BUMN tersebut sendiri adalah PT PLN (Persero), PT Inalum (Persero) dan PT Pertamina (Persero).

Dan nantinya 3 BUMN ini akan bekerja sama dengan LG Energy Solution dan Contemporary Amperex Technology (CATL). Anak usaha MIND ID atau Inalum yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga akan terlibat dalam proyek ini.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga mengungkapkan pada acara Economic Outlook CNBC Indonesia beberapa waktu lalu bahwa pemerintah tengah berusaha menyusun policy agar dapat menjadi produsen selain jadi market. Bahan baku nikel nantinya tidak akan diperbolehkan dikirim ke luar negeri dalam bentuk raw material.

“Jangan lagi komoditas ini hanya dilepas seperti biasa. Value added harus dinaikkan, ekspor digalakkan. Balance ekspor dan hilirisasi, agar saat komoditas tak berpihak ke kita, bisa merasakan value added,” Ungkap Erick Thohir terhadap nikel yang ada di Indonesia.

Sebelumnya, Kementrian BUMN juga tengah membentuk badan pengelola terintegrasi untuk baterai ini yang diberi nama Indonesia Battery Holding (IBH) yang terdiri dari MIND ID atau Inalum, Aneka Tambang, Pertamina, dan PLN dan akan mulai aktif pada semester 1 tahun ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *