SparkCharge – Stasiun Pengisian Mobil Listrik “Panggilan” di Amerika Serikat

Salah satu permasalahan yang masih terus menghantui mobil listrik tentunya adalah ketersediannya infrstruktur stasiun pengisian listrik yang masih sangat terbatas. Hal ini tentunya membuat ruang gerak dari mobil listrik terasa terbatas terlebih dengan daya tempuh yang masih terbatas dan waktu pengisian yang masih lama.

Namun start up asal Amerika Serikat ini kelihatannya bisa menjadi salah satu solusi yang bisa dilakukan sembari menunggu pemerataan pembangunan stasiun listrik. Seperti dikabarkan oleh TechCrunch (via Jalopnik) Startup bernama SparkCharge merupakan perusahaan jaringan pengisian kendaraan on-demand pertama di dunia.

Sistemnya sendiri cukup sederhana, dimana semisal mobil listrik anda kehabisan baterai di suatu tempat, maka anda cukup mengunduh aplikasi BoostEV buatan SparkCharge tersebut, dan melakukan pemesanan berapa banyak charge yang anda inginkan. Setelahnya petugas akan datang dan mengisi mobil listrik anda sesuai dengan pesanan sebelumnya.

Untuk pengisiannya, SparkCharge menggunakan baterai modular yang mereka kembangkan secara khusus bernama Roadie. Baterai portabel ini tersedia dalam beberapa ukuran daya seperti 7, 10,5 kWh. Sedangkan untuk biaya pengisiannya sang founder – Joshua Aviv menjelaskan bahwa mereka mematok harga sebesar 50 sen (sekitar 7.500 Rupiah) untuk setiap mil-nya.

‚ÄúPada dasarnya kami membuat jaringan [pengisian daya] yang benar-benar baru. Ini bukanlah jaringan yang dimaksudkan hanya untuk sementara. Ini adalah jaringan yang selalu aktif, selalu tersedia, dan lebih baik serta lebih cepat daripada [pengisi daya tradisional],” Ungkap Joshua Aviv mengenai start-up miliknya tersebut.

“Kami tidak memerlukan izin, kami tidak memerlukan konstruksi. Dengan unit kami, Anda cukup mengeluarkannya dari kotak, Anda mencolokkannya ke mobil, Anda menekan tombol dan mulai mengisi daya. Bersama kami, setiap tempat parkir, setiap lokasi – sekarang menjadi stasiun pengisian daya. Itu jaringan yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. ”

Founder Joshua Aviv menjelaskan SparkCharge di acara Shark Tank di saluran TV ABC

Untuk sekarang, layanan SparkCharge ini sudah tersebar di 13 lokasi dengan mayoritas berada di kota-kota besar di Amerika Serikat seperti Los Angeles, New York, hingga Dallas lewat partnership dengan penyedia lainnya.

Apakah model bisnis seperti SparkCharge ini akan sesuai untuk diterapkan di Indonesia mengingat stasiuan pengisian listriknya bahkan lebih sedikit daripada yang tersedia di Amerika Serikat sana?


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk medapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *