Riset Baru Klaim Mobil Listrik Lebih Efisien dan Minim Resiko Daripada Hidrogen dan E-Fuels

Perlombaan untuk mencari energi terbarukan bagi kendaraan untuk menggantikan bahan bakar minyak memang terus dilakukan. Mayoritas pabrikan otomotif tentunya mengarahkan pilihannya ke listrik, beberapa pabrikan juga mengambil alternatif lain seperti hidrogen dan juga bahan bakar sintetis atau e-fuels.

Meskipun belum ada bukti yang menunjukkan mana energi pengganti terbaik, namun riset terbaru yang dilakukan oleh Falko Ueckerdt dari Potsdam Institute for Climate Impact Research Jerman menunjukkan bahwa energi listrik adalah yang paling aman dan efisien ketimbang hidrogen maupun e-fuel.

Dilansir dari The Guardian, riset yang dipublikasikan di Journal Nature Climate Change tersebut memperlihatkan bahwa bahan bakar berbasis hidrogen membutuhkan listrik 5 kali lebih banyak untuk mengolah dan membuatnya sebagai penggerak mobil ketimbang mobil listrik baterai (BEV) konvensional.

Toyota Mirai yang menggunakan energi hidrogen / fuel cell

Hal yang sama juga terjadi pada bahan bakar sintetis, menurut riset yang dilakukan e-fuels masih membutuhkan 5 kali lebih banyak energi listrik ketimbang mobil listrik. Yang pada akhirnya membuat kedua energi alternatif ini akan meninggalkan emisi karbon yang lebih besar untuk memproduksi energinya.

Selain itu Romain Sacchii dari Paul Scherrer Institute in Switzerland mengatakan bahwa kita masih jauh dari 100% energi listrik terbarukan yang akhirnya membuat bahan bakar berbasis hidrogen yang masih diolah menggunakan energi listrik malah dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca di bumi.

Namun bukan berarti kendaraan listrik adalah jawaban mutlak untuk masa depan. Terlebih untuk kendaraan industri dan perniagaan yang membutuhkan daya besar serta harus menempuh jarak yang jauh, energi listrik masih jauh untuk menjadi solusi kedepannya.

Sono Sion yang menggunakan panel surya di panel bodinya

Maka dari itu pengembangan energi hidrogen masih terus dilakukan dan diperkirakan pada 2030 mendatang hidrogen sudah mampu menjadi solusi energi terbarukan yang paling rendah karbon. Terlebih untuk kendaraan-kendaraan yang membutuhkan jarak tempuh yang jauh.

Sayangnya dalam riset tersebut masih belum diikutsertakan untuk energi matahari atau solar. Karena energi matahari sendiri tentunya masih menjadi salah satu energi potensial untuk menjadi energi terbarukan yang dapat terus terjaga kelangsungannya. Dan mobil listrik bertenaga matahari sudah mulai dikembangkan oleh Sono Motors dan juga Hyundai Ioniq.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk medapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *