Pengendara Motor Listrik Juga Akan Terkena Penggolongan SIM

Dengan sudah mulai masuknya beberapa motor listrik ke pasar Indonesia yang hadir sebagai opsi kendaraan ramah lingkungan. Para calon pembeli motor listrik kelihatannya juga harus mulai mempelajari persyaratan apa saja yang harus mereka penuhi. Salah satunya adalah Surat Izin Mengemudi atau SIM.

Berawal dari berita yang tadi pagi ditayangkan oleh Kompas mengenai “Pengguna Motor Listrik Bakal Punya SIM C Khusus” yang merujuk pada Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 5 Tahun 2021, tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi atau SIM.

Dalam peraturan baru tersebut terdapat penggolongan baru untuk SIM motor yang dibagi berdasarkan kapasitas kubikasi mesinnya yaitu C, CI, dan CII. Dan tertulis juga pada Pasal 3 Poin H-I bahwa Ranmor (kendaraan motor) sejenis yang menggunakan daya listrik harus memiliki SIM CI dan CII.

Sedangkan SIM C konvensional yang dimiliki oleh semua pengendara motor sekarang hanya menjelaskan bahwa motor yang bisa digunakan adalah yang punya kapasitas silinder mesin hingga 250 cc. Tanpa ada informasi mengenai motor listrik.

Hal ini tentunya membuat was-was bagi para pemilik motor listrik dan juga para calon pembeli motor listrik yang takut nantinya harus mengurus lagi SIM khusus CI atau CII hanya untuk dapat mengendarai motor listrik. Apalagi dalam persyaratannya untuk dapat mengurus dari SIM C ke SIM CI ataupun SIM CI ke SIM CII membutuhkan jeda setahun penggunaan terlebih dahulu.

Namun kekhawatiran tersebut kelihatannya bisa dihindari karena dalam artikel berikutnya Kompas mendapat jawaban dari Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri – AKBP Arief Budiman yang menjelaskan bahwa penggolongan SIM tersebut tidak berbeda jauh untuk motor listrik.

“SIM C biasa tidak masalah, karena yang dibatasi sebenarnya besaran silinder kubikasi dari motor konvensional, yang beda dengan motor listrik hanya penggeraknya saja,” ungkap Arief.

Lebih lanjut Arief menjelaskan bahwa motor listrik nantinya akan dilihat lebih dahulu dari spesifikasi daya listriknya. Dan bila setara atau lebih dari motor berkubikasi di atas 250 cc, baru pengemudinya diwajibkan memiliki SIM CI atau SIM CII.

Sedangkan bila setelah konversi motor listrik tersebut masih di bawah 250 cc maka tidak ada masalah menggunakan SIM C biasa. Ia pun merasa bahwa sejauh ini motor listrik yang dipasarkan umum di Indonesia masih dalam kategori SIM C biasa.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk medapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *