Pemerintah Dianggap Tidak Serius Kembangkan Industri Mobil Listrik Nasional

Indonesia memang menjadi negara yang masih dalam masa penjajakan terhadap mobil listrik. Beberapa keputusan dan peraturan juga dibuat pemerintah untuk meningkatkan minat terhadap mobil listrik.

Namun anehnya di saat yang bersamaan pemerintah juga menggenjot penjualan mobil bermesin kombusi lewat insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Yang alhasil meningkatkan penjualan mobil bensin dalam setahun ini.

Dilansir dari Bisnis.com Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan mencatat kenaikan penjualan mobil sebesar 227% secara tahunan. sementara, pada 2021 ini penjualan mobil bensin naik sebesar 23,6% dari 2020.

Hal ini membuat pemerintah terkesan tidak serius dalam pengembangan industri mobil listrik. Padahal waktu setahun ini dapat digunakan pemerintah untuk menaikkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap mobil listrik.

“Ini lucu ketika insentif kendaraan listrik diumumkan, tetapi pada saat yang sama insentif PPnBM juga diumumkan sehingga mobil listrik tidak akan bertumbuh” Ujar Lin Che Wei, pendiri Independent Research Advisory Indonesia (IRAI).

Lin juga menjelaskan lebih lanjut bahwa keputusan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia tidak memiliki tujuan jelas dalam menghadapi tantangan industri otomotif ke depannya. Padahal, kendaraan hemat energi dan bermisi rendah adalah tantangan yang harus dikejar

Banyak aspek yang masih harus dipersiapkan

Pasar mobil listrik Indonesia sendiri masih memiliki banyak hambatan yang harus diatasi. Salah satunya adalah ketersediaan pilihan mobil listrik yang masih relatif mahal. Untuk sekarang harga baterai mobil listrik mendominasi 40% dari harga mobilnya. Dengan kisaran harga termurah untuk mobil listrik pada Rp400 juta hingga Rp600 juta.

Padahal rata-rata mobil yang laku di Indonesia berada di rentang harga Rp200 hingga Rp250 juta. Hal ini tentu membuat masyarakat Indonesia belum terlalu yakin untuk segera pindah ke mobil listrik.

Apalagi infrastruktur pendukung mobil listrik juga masih belum terlalu siap. Sehingga muncul ‘range anxiety’ atau ketakutan terhadap mobil listrik yang akan kehabisan energi sebelum mencapai tujuannya. Apalagi bagi mereka yang butuh bermobilisasi antar kota atau bahkan antar provinsi.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *