Kepala Staf Kepresidenan Tangkis Anggapan Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik Tidak Serius

Adanya anggapan bahwa Pemerintah Indonesia tidak serius dalam menggarap ekosistem mobil listrik lokal sempat beredar beberapa waktu lalu. Pemerintah dinilai tidak memiliki tujuan jelas dalam menghadapi tantangan industri otomotif ke depannya dengan masih meningkatkan penjualan mobil bermesin kombusi.

Hal tersebut ternyata langsung ditampik oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko ketika menerima Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Park Tae-Sung di Gedung Bina Graha Jakarta, Rabu (23/6).

“Pemerintah concern terhadap pengembangan mobil listrik karena sangat baik dari sisi efisiensi dan perbaikan lingkungan,” Ujar Moeldoko.

Moeldoko mengatakan bahwa pembentukan ekosistem mobil listrik masih terus berjalan. Salah satunya adalah dengan memulai pembangunan infrastruktur pendukung seperti SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di beberapa lokasi. Tercatat hingga April lalu telah dibangun sebanyak 112 unit SPKLU di 83 lokasi.

SPKLU Mattoanging, Makassar yang baru saja diresmikan (image credit: Baca Pesan)

PLN juga sudah menyiapkan berbagai stimulus untuk dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap mobil listrik. Moeldoko juga menjelaskan bahwa pihaknya bertugas untuk memastikan program-program tersebut berjalan.

“Kami mengoordinasikan sinergi lintas kementerian dan rutin melakukan rapat secara marathon untuk menindaklanjuti perkembangan mobil listrik ini,” jelas Moeldoko.

Perintisan pasar mobil listrik lokal juga sudah dimulai dengan penggunaan mobil listrik untuk keperluan dinas di berbagai kementrian dan lembaga pemerintahan.

Korea Selatan dan Hyundai optimis dengan perkembangan mobil listrik di Indonesia

KSP Moeldoko dan Dubes Korsel untuk Indonesia Park Tae-sung (image credit: @kspgoid)

Dubes Korsel untuk Indonesia Park Tae-sung juga menyambut baik langkah pemerintah Indonesia dalam pengembangan mobil listrik. Terlebih karena Hyundai Group sebagai perusahaan asal Korsel juga telah menanamkan modal sebesar Rp21,8 trilian di Indonesia agar dapat menjadi salah satu basisproduksi di kawasan Asia Pasifik.

Ke depannya Hyundai group akan mengembangkan pabrik baru di Indonesia yang akan terbagi dalam dua tahap. Yaitu pertama pada investasi pabrik dengan tujuan ekspor setidaknya 50% dari total produksi.

Sedangkan di tahapn kedua yaitu pada 2022-2030 mendatang. Hyundai akan fokus dalam pengembangan pabrik mobil listrik, transmisi, pusat penelitian dan pengembangan (R&D Center), pusat pelatihan, dan juga produksi Hyundai Motor.

Hyundai Kona electric

“Sehingga kami sangat butuh infrastruktur dan berbagai pembangunan sistem, aturan dan teknologi. Ini butuh kerjasama yang baik. Kami juga akan pastikan Hyundai memajukan lokal konten Indonesia,” kata Park.

Park bahkan yakin bahwa saat semua stakeholder dapat mendukung terbentuknya ekosistem mobil listrik di Indonesia. Maka dalam waktu tidak lama mobil listrik di Indonesia akan segera meluas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *