SACH i-Deora, Konsep SUV Elektrik Kompak Karya Mahasiswa ITS

Mobil SUV kompak memang masih menjadi primadona masyarakat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dan bagaimana desain SUV elektrik yang cocok untuk masyarakat Indonesia? Konsep bernama SACH i-Deora ini adalah jawabannya.

i-Deora ini merupakan proposal dari mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk kompetisi PLN Innovation & Competition in Electricity (ICE). Konsep desain ini bahkan berhasil menjadi runner-up pada kompetisi tersebut.

Secara desain, mobil yang ditargetkan untuk Indonesia di tahun 2030 tersebut memiliki gaya sporty dengan garis-garis tegas pada bodinya. Fascia depannya cukup unik karena tidak memiliki grile. Lampu DRL dengan LED bergaya insang dan juga lampu depan berada di bawah.

Style desain tegas juga dibawa ke bagian samping mobilnya dengan lekukan-lekukan yang seakan membuat bagian pintunya lebih menonjol. Sedangkan bagian belakang terasa lebih sporty dengan beberapa elemen garis yang lebih mengalir.

Di dalam, i-Deora mengadopsi desain futuristis dengan indikator full digital dan tentunya layar hiburan dan informasi super besar di tengah dashboard. Di bawah bodinya, mobil konsep ini masih menggunakan sasis ladder frame yang kemungkinan dipilih karena mempermudah proses bila nantinya direalisasikan.

Membicarakan spesifikasi, mobil konsep ini menggunakan motor listrik EMRAX 228 109kW yang menghasilkan 146 daya kuda dan torsi maksimal 230Nm. Meskipun memiliki bodi SUV mobil ini dituliskan mampu melaju hingga 220 km/jam

Baterainya menggunakan Li Fpo sebesar 33,12 kWh, yang disebut mampu membawa mobil ini sejauh 218 Km dalam sekali isi daya. Sayangnya dalam detail dari mobilnya tidak dijelaskan apakah mobil ini telah memiliki sistem pengisian fast-charging atau tidak.

Mobil yang didesain oleh tim Sach Molina ITS tersebut dikerjakan oleh 10 orang dari berbagai jurusan. Dalam pemberitaannya di website ITS dituliskan bahwa saat penilaian salah satu juri mengatakan bahwa perancangan kendaraan i-Deora ini bisa masuk ke ranah industri dan bukan hanya di lingkup perguruan tinggi saja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *