PLN Kini Ajak Swasta Perluas Jaringan Stasiun Pengisian Mobil Listrik

Target untuk memeratakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia terus dilakukan pemerintah. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengajak pihak swasta untuk ikut memperluas SPKLU ini.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan dari PLN Bob Saril mengatakan bahwa partisipasi dari pihak swasta juga diperlukan dalam pembangunan infrastruktur kendaraan listrik agar ekosistemnya semakin berkembang.

Dengan semakin meluasnya SPKLU ini nantinya diharapkan masyarakat dapat semakin tertarik untuk menggunakan mobil maupun motor listrik, karena akses untuk pengisian dayanya semakin mudah.

SPKLU Mattoanging, Makassar yang baru saja diresmikan (image credit: Baca Pesan)

“PLN mengundang pihak swasta untuk berpartisipasi membangun EV charging sesuai skema bisnis yang ditawarkan PLN,” ungkap Bob Saril dalam diskusi tentang stasiun pengisian daya kendaraan listrik Senin lalu (12/7/2021).

Untuk sekarang, hingga Mei 2021 lalu tercatat sudah ada 34 SPKLU di 24 lokasi dan 15 kota yang telah dibangun oleh PLN. SPKLU non PLN sendiri diperkirakan telah ada sebanyak 65 unit. Sedangkan pengisian mandiri di rumah atau home charging diperkirakan telah mencapai lebih dari 200 unit.

PLN juga terus memperluas jaringan SPKLU-nya dengan target tahun ini untuk membangun 67 unit SPKLU baru yang tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga di akhir tahun diharapkan sudah ada 168 unit SPKLU yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Banyak pilihan kerja sama bagi pihak swasta

Salah satu SPBU milik Shell

Mengenai skema bisnis kepada swasta yang berencana membuka SPKLU-nya sendiri. PLN menyediakan 2 pilhan yang bisa diambil, yaitu:

1. PLN sebagai penjual langsung ke konsumen akhir, terdiri dari lima skema:

  • POSO: Provide (menyediakan), Own (memiliki), Self Operated (mengoperasikan sendiri)
  • POPO: Provide (menyediakan), Own (memiliki), Privately Operated (dioperasikan swasta).
  • PPOO: Provide (menyediakan), Privately Owned and Operated (dimiliki dan dioperasikan swasta).
  • PLSO: Provide (menyediakan), Lease (menyewa), Self Operated (mengoperasikan sendiri).
  • PLPO: Provide (menyediakan), Lease (menyewa), Privately Operated (dioperasikan swasta).

2. Entitas Bisnis Pemegang IUPTL Penjualan Listrik sebagai penjual langsung kepada konsumen akhir, terdiri dari skema:

  • ROSO: Retail, Own, Self Operated
  • ROPO: Retail, Own, Privately Operated
  • RPOO: Retail, Privately Owned and Operated
  • RLSO: Retail, Lease, Self Operated
  • RLPO: Retail, Lease, Privately Operated.

Nantinya pihak swasta yang berminat untuk membangun SPKLU akan diberikan beberapa stimulus dan skema bisnis dari PLN. Salah satu stimulus yang diberikan adalah tarif listrik murah yaitu Rp714 per kWh.


Jangan lupa follow kita di Instagram @momotrik.id dan juga like Facebook Page kita di @momotrik.id untuk medapatkan informasi menarik lainnya seputar mobil dan motor listrik!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *