Pabrik Baterai Indonesia Jadi Sorotan Karena Ingin Akuisisi Pabrik EV Jerman

Pabrik Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) memang menjadi salah satu harapan untuk menaikkan pasar mobil listrik di Indonesia. Namun perusahaan yang didirikan awal tahun 2021 ini kini menjadi sorotan setelah disebut memiliki rencana untuk mengakuisisi pabrik mobil listrik asal Jerman, StreetScooter.

Dalam laporan yang diunggah oleh Katadata, rencana akuisisi ini akan membuat IBC memiliki 60% saham dari StreetScooter. IBC juga akan memiliki kendali perusahaan Streetscooter ke depannya. Untuk mempersiapkan akuisisi tersebut, IBC juga telah melakukan kajian mulai Juni hingga September lalu dengan berbagai konsultan. Antara lain dari BNP Paribas, McKinsey, PwC, Ricardo, KYC, Shearman & Sterling, dan MDC.

“Salah satu upaya yang dilakukan IBC adalah mengembangkan portofolio bisnis untuk mendapatkan know-how dan knowledge transfer serta mitra strategis yang memiliki kompetensi dalam pengembangan EV”. Ungkap Corporate Secretary IBC, Muhammad Sabik pada November lalu.

IBC sendiri merasa optimis terhadap StreetScooter karena perusahaan tersebut telah memiliki dua produk kendaraan niaga listrik. Kendaraan listrik yang diproduksi tersebut juga dibeli oleh induk perusahaan DHL yaitu Deutsche Post. Tidak tanggung-tanggung pemesanannya mencapai 3 ribu unit per tahunnya.

Tim yang berpengalaman dan teknologi yang mumpuni membuat StreetScooter dianggap memiliki potensi untuk membantu perkembangan kendaraan listrik lokal. IBC menargetkan untuk mendapat teknologi battery pack, energy storage system, serta fasilitas riset serte pengembangan milik StreetScotter yang telah berstandar dunia.

Selain itu, juga ada peluang untuk mendapatkan pasar bagi produk baterai yang dihasilkan IBC. Sehingga baterai yang diproduksi IBC juga memiliki peluang untuk digunakan pada mobil-mobil yang diproduksi oleh StreetScooter nantinya. StreetScooter sendiri memiliki kekuatan produksi hingga 10 ribu kendaraan tiap tahunnya.

Di sisi lain, rencana akuisisi mendapat kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Ketua Umum Gaikindo, Jongkie Sugiarto. Beliau menganggap bahwa pengembangan mobil listrik sebenarnya bisa dimulai dari dalam negeri terlebih dahulu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *