Anies Ingin Dorong Adaptasi Kendaraan Listrik Lewat TransJakarta

Adaptasi kendaraan listrik di Indonesia memang masih terhitung rendah daripada seharusnya. Pemerintah pun terus mencari cara agar mindset masyarakat Indonesia dapat segera beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan tersebut. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ingin meningkatkan permintaan kendaraan listrik di Indonesia, namun bukan dengan bergantung pada mobil listrik pribadi melainkan lewat armada TransJakarta bertenaga listrik.

Anies bahkan meyakini bahwa akan ada 10 ribu armada TransJakarta bertenaga listrik yang akan beroperasi dalam waktu dekat di Jakarta. Anies percaya bahwa strategi angkutan umum listrik ini memiliki potensi untuk mendongkrak permintaan terhadap kendaraan listrik. Hal ini sebenarnya sejalan dengan target milik Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang ingin mengalihkan semua armada TransJakarta menjadi elektrik pada 2030 mendatang.

“Untuk transportasi di Jakarta kita mendorong seluruh armada TransJakarta itu menggunakan listrik. Kita berharap 10 ribu armada TransJakarta kendaraan listrik kemudian kita berharap begitu publik punya pengalaman menggunakan kendaraan berbasis listrik dan menciptakan demand,”ungkap Anies melalui kanal Youtube pribadinya.

Anies juga menyadari bahwa harga kendaraan listrik di Indonesia untuk saat ini masih mahal, namun dia percaya hal itu terjadi karena demand (permintaan) untuk produk berbasis listrik masih kecil. Sehingga harapannya, penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan umum dapat meluaskan permintaannya dan harga kendaraan listrik dapat turun.

Dikutip dari CNN, Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya telah melakukan perencanaan pergantian armada TransJakarta menjadi elektrik sejak 2020 lalu. Bahkan diketahui ada 28 merek dari berbagai negara yang ikut program penyediaan bus listrik tersebut. Namun, sayangnya mash belum ada satu merek pun yang terpilih.

Sebelumnya Anies juga telah menjelaskan beberapa benefit yang didapatkan oleh kendaraan berbasis listrik seperti tidak akan terkena peraturan ganjil-genap,  kemudian pajak kendaraan bermotornya di nol-kan. Semua peraturan tersebut dilakukan untuk menarik masyarakat mau membeli mobil listrik.

Pada tahun 2021 ini tercatat ada lebih dari 500 unit mobil listrik yang telah terjual di Indonesia. Sayangnya, angka tersebut tentunya sangat kecil bila dibandingkan dengan angka penjualan mobil berbahan bakar fosil. Sehingga masih ada PR besar untuk menaikkan minat masyarakat terhadap mobil listrik.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *