7 Kategori Mobil Ramah Lingkungan Menurut Peraturan Pemerintah

Pada akhir tahun lalu, Pemerintah Indonesia akhirnya secara resmi mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) No. 36 Tahun 2021 yang mengatur regulasi Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah atau Low Carbon Emission Vehicles (LCEV).

Dengan aktifnya peraturan ini pada 31 Desember 2021 lalu, ke depannya kendaraan bermotor roda empat yang masuk ke dalam LCEV akan dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori ini membagi mobil-mobil tersebut dari sisi teknologi dan juga teknisnya.

Akan ada tujuh kategori kendaraan emisi rendah antara lain Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau Low Cost Green Car (LCGC), Full Hybrid Electric Vehicle, Mild Hybrid Electric Vehicle, Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV), Kendaraan Berbasis Listrik (KBL) atau Battery Electric Vehicle (BEV), Flexy Engine Vehicle, dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Berikut detail dari masing-masing kategori tersebut:

Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) / Low Cost Green Car (LCGC)

Daihatsu Ayla

Kategori ini merupakan satu-satunya kategori kendaraan non-elektrik yang ada di peraturan pemerintah. Namun kategori ini masih tetap sama seperti sebelumnya yang  akan diisi kendaraan-kendaraan bermesin kombusi internal ber-cc dibawah 1200 dengan emisi karbon rendah.

Full Hybrid  & Mild Hybrid Electric Vehicle

Toyota C-HR Hybrid

Kategori ini memiliki syarat kendaraan dengan mesin hingga 4000 cc yang dikombinasikan dengan teknologi full hybrid atau mild hybrid serta baterai dengan tegangan lebih besar dari 60 volt.

Mobil hybrid juga harus mampu memiliki jarak tempuh hingga 15,5 km/liter untuk bensin atau 17,5 km/liter untuk diesel dengan tingkat emisi CO2 sampai dengan 150 gram/km.

Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV)

Mitsubishi Outlander PHEV

Pada kategori PHEV, tidak diatur berapa besaran cc mesin yang diharuskan seperti pada full hybrid. Namun disyaratkan bahwa konsumsi bensin/solarnya harus lebih dari 28 km/liter dengan tingkat emisi CO2 paling tinggi 100 gram/km.

Mobil yang masuk kategori ini juga wajib bisa berjalan hanya dengan motor listrik saja minimal sejauh 40 km. Dan yang terpenting memiliki sistem pengisian daya dari luar (external plug).

Kendaraan Berbasis Listrik (KBL)/Battery Electric Vehicle (BEV)

Tesla Model 3

Untuk mobil listrik penuh, pemerintah mewajibkan kendaraan tersebut hanya menggunakan motor listrik sebagai penggerak dan memiliki komponen utama paling sedikit meliputi motor listrik, baterai, dan unit kontrol daya (power control unit/PCU) atau penyearah daya (inverter).

Mobil listrik tentunya harus memiliki sistem penyimpanan baterai yang bisa diisi ulang lewat sistem pengisian daya dari luar atau eksternal (external plug).

Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Toyota Mirai

Untuk mobil fuel cell atau diharuskan tetap menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Namun menggunakan sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energinya.

Mobil fuel cell juga wajib memiliki komponen utama seperti motor listrik, baterai, unit kontrol daya atau PC,  dan tangki hidrogen.

Flexy Engine Vehicle

Mercedes-GLE-350 Flex Fuel

Flexy engine merupakan kategori sekaligus istilah yang mungkin cukup baru bagi sebagian orang. Mobil ini diwajibkan untuk menggunakan dan adaptif dengan bahan bakar nabati 100%.

Mobil dalam kategori ini juga diwajibkan memiliki peralatan atau sistem otomatisasi mekanikal maupun elektrikan. Funginya adalah mampu melakukan penyesuaian proses pembakaran mesin tanpa campur tangan pengemudi.


Dan itulah tadi tujuh kategori mobil beremisi rendah atau bisa juga disebut mobil ramah lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah. Semoga dengan ditetapakan peraturan ini mobil-mobil tersebut bisa semakin populer di Indonesia.

Serta anda bisa mengidentifikasi mobil yang akan anda beli nantinya sehingga tidak akan membuat bingung.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *