Instansi Pemerintah dan Kementrian Diminta untuk Gunakan Mobil Listrik

Proses adaptasi kendaraan listrik di Indonesia memang bisa dibilang masih cukup rendah hingga 2022 ini, maka dari itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta kepada instansi pemerintah mulai kela daerah hingga kementrian untuk mulai menggunakan kendaraan listrik.

“Penggunaan kendaraan listrik diupayakan dimulai dari instansi kementrian, dan hal tersebut sebagai contoh kepada instansi lainnya dan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan kendaraan listrik,” ujar Menhub Budi saat melakukan sosialisasi kendaraan listrik di Jambi.

Nantinya Kemenhub akan membuat pemetaan penggunaan kendaran listrik agar proses adaptasinya dapat terlaksana dengan baik. Hal ini tentu setuju dengan inisiatif Presiden Joko Widodo untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan menghemat energi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa secara hitungan matematis penggunaan kendaraan listrik akan menghemat pengeluaran, baik secara individu ataupun pengeluaran daerah dan bahkan negara.

Budi juga mengatakan bahwa populasi kendaraan listrik dapat naik signifikan bila instansi pemerintah dan kementrian sudah mengadopsinya, dengan begitu juga akan mendorong pembangunan infrastruktu pendukung seperti stasiun pengecasan di tempat umum.

Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan juga mengatakan bahwa dirinya akan mendorong penggunaan APBD dan APBN untuk pengembangan kendaraan listrik.

Luhut juga menyebut akan mendorong pembangunan infrastruktu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sehingga masyarakat tidak bingung mencarinya.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Pandjaitan.

Kemenhub sendiri terus melakukan kampanye penggunaan kendaraan listrik secara masif. Salah satunya adalah dengan melakukan touring kendaraan listrik dari Jakarta menuju Jambi untuk memamerkan kendaraan-kendaraan listrik kepada masyarakat.

Kendaraan listrik di Indonesia juga nantinya disebut akan digunakan sebagai pendukung kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke 17 yang akan diadakan di Bali yang rencananya akan dilakukan pada 30-31 Oktober mendatang.

 

Sumber: Antara

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *