Sony Tengah Mencari Partner untuk Mempermudah Masuk ke Pasar EV

Sony memang menunjukkan keseriusan menggarap pasar mobil listrik lewat Sony Mobility Inc, namun kelihatannya Sony tidak mampu untuk masuk ke pasar ini seorang diri.

Lewat berita yang dikabarkan oleh Reuters, salah satu eksekutif Sony yaitu Izumi Kawanishi mengatakan bahwa Sony tengah mempertimbangkan opsi untuk mencari partner untuk mengerjakan proyek mobil listrik mereka.

Izumi yang sebelumnya bertugas di divisi AI Robotic milik Sony ini menjelaskan bahwa goal utama mereka adalah untuk mengubah mobil dari hanya mesin untuk berpindah tempat menjadi ruang untuk hiburan.

Transformasi menuju mobil listrik juga dianggap Izumi sama dengan perubahan yang terjadi dari handphone menjadi smartphone. Sony merasa bahwa mengabaikan mobil listrik memiliki resiko yang lebih besar daripada tantangan yang harus dihadapi.

Sony Vision-S 02 (kiri) dan Sony Vision-S 01 (kanan)

Dan Sony di titik ini telah membuktikan hal tersebut dengan berhasil membuat dua buah konsep mereka yaitu sedan elektrik Vision-S 01 dan yang baru saja diumumkan awal tahun lalu SUV kompak elektrik Vision-S 02.

Kedua konsep ini dibangun Sony lewat bantuan dari Magna Steyr asal Austria. Tidak hanya itu, namun beberapa perusahaan lain juga membantu merealisasikan mobil listrik Sony tersebut seperti Bosch, Valeo, dan Almotive.

Saat ini kedua konsep milik Sony tersebut memang mulai diuji jalan di jalanan umum Jepang. Namun bila Sony berencana untuk segera memproduksi masal kedua mobil konsepnya tersebut maka mereka membutuhkan investasi masif untuk membangun pabrik produksinya.

Atau opsi lainnya adalah mencari partner dari pabrikan otomotif lain yang bisa membantu mereka mempercepat proses produksi mobilnya. Pihak Reuters bahkan menanyakan kemungkinan penunjukkan perusahaan otomotif asal China yang dirasa cocok untuk Sony.

Izumi pun menjawab bahwa Sony akan memilih partner baru untuk proyek mobil listriknya berdasarkan teknologi yang bisa dibawa ke proyek tersebut, tanpa mempermasalahkan asal negaranya.

Sony sendiri memang berada di kategori yang cukup panas, mengingat pabrikan teknologi lain seperti Apple, LG, Xiaomi, Huawei, Foxconn, hingga Alibaba juga berminat masuk ke dalam pasar mobil listrik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *