Kementrian ESDM Ingin Percepat Adopsi Konversi Motor Listrik

Target pemerintah untuk menggenjot minat masyarakat Indonesia kepada kendaraan listrik memang terus dilakukan. Terutama untuk kendaraan roda dua yang memang menjadi alat transportasi utama mayoritas masyarakat Indonesia.

Hal inilah yang membuat Kementrian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) ingin mendorong percepatan adaptasi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai ini, terutama untuk kendaraan roda duanya.

Apalagi Pemerintah Indonesia memiliki Grand Strategi Energi Nasional (GSEN) yang menargetkan adanya 13 juta unit motor listrik yang akan tersedia pada 2030 mendatang.

Salah satu langkah yang dilakukan untuk menginisiasi program konversi untuk sepeda motor bermesin bensin untuk diubah menjadi sepeda motor listrik.

“Pada tahun 2021 sejumlah 100 unit sepeda motor listrik dinas operasional KESDM yang nilai bukunya sudah Rp 0, dikonversi menjadi sepeda motor listrik,” ungkap Plt. Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana.

Lebih lanjut Dadan menceritakan bahwa motor-motor tersebut dikonversi di Workshop Ketenagalistrikan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Workshop tersebut merupakan salah satu yang telah disertifikasi sebagai bengkel pemasangan, perawatan, pemeriksaan peralatan instalasi sistem penggerak motor listrik oleh Kementrian Perhubungan.

Sebelumnya pada saat peluncuran proyek konversi ini pertama kali, Kementrian Perhubungan diminta untuk dapat mulai menerbitkan sertifikat konversi motor listrik ini agar jumlah bengkel yang dapat menangani proses ini semakin tersebar.

Dadan juga menjelaskan bahwa salah satu kelebihan dari sepeda motor listrik termasuk hasil konversi ini adalah hilangnya pengeluaran untuk pembelian BBM dan biaya ganti oli. Bahkan disebutkan bahwa pengehematan biaya yang bisa didapatkan oleh penggunanya mencapai Rp2,78 juta per tahunnya.

Dirinya juga membuat perhitungan bila semua kendaraan roda dua yang ada di Indonesia ini yaitu sekitar 115 juta motor, maka program konversi ini berpotensi untuk menghasilkan efisiensi penggunaan BBM hingga Rp319 triliun per tahun.

Dan juga dapat menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 65 juta ton CO2 per tahunnya. Maka dari itu Kementrian ESDM memposisikan dirinya sebagai katalisator program konversi motor listrik ini dan siap bekerja sama dengan kementrian atau lembaga lainnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *