Tesla Jelaskan Bahwa Autopilot Tetap Membutuhkan Perhatian Pengemudi

Impian manusia untuk dapat memiliki kendaraan yang dapat mengantarkan mereka secara otomatis ke tempat tujuan memang kini mulai terwujud. Namun untuk mencapai level film fiksi-ilmiah tersebut kelihatannya masih membutuhkan waktu yang cukup lama.

Bahkan salah satu produsen mobil dengan teknologi autopilot atau otonomus seperti Tesla menegaskan bahwa sistem autopilot atau Full Self Driving yang mereka aplikasikan merupakan sistem level 2.

Yang berarti selama autopilot tersebut aktif, mobil masih harus membutuhkan perhatian dan monitor dari si pengemudi. Hal tersebut disampaikan oleh Senior Director of Public Policy dan Business Development Tesla, Rohan Patel.

“Sejak awal proses pembelian hingga kepemilikan kendaraan, Tesla dengan jelas menyebutkan bahwa penggunaan Autopilot dan kemampuan FSD (Full Self Driving) yang tepat kepada pengemudi melalui beberapa tahap” ujar Patel.

Pernyataan tersebut merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang dikirimkan oleh dua Senator Amerika Serikat yang mempertanyakan tentang masalah keamanan fitur autopilot pada Tesla.

Selain itu, Patel juga menunjukkan beberapa statistik yang menunjukkan bahwa penerapan Autopilot pada Tesla sebenarnya memiliki performa yang lebih baik dari apa yang diklaim oleh Badan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA).

Dalam datanya, Tesla disebut hanya mencatat satu kecelakaan untuk setiap 6,9 juta km yang telah ditempuh oleh mobil Tesla menggunakan teknologi Autopilot. Hal tersebut memang berbanding jauh dengan data dari NHTSA yang menyebut bahwa kecelakaan tersebut terjadi setiap 778 ribu km.

Klaim Tesla yang sangat berbeda jauh dengan NHTSA memang cukup mencurigakan. Namun sebenarnya masih dapat diterima karena NHTSA hanya mencantumkan data yang mereka dapat dari mobil Tesla yang dikemudikan di area Amerika Serikat saja.

Sedangkan data dari Tesla kemungkinan besar merangkum jarak tempuh dari semua mobil Tesla yang beroperasi dari seluruh dunia yang tentunya bisa membuat jarak tempuhnya melonjak jauh.

Terlepas dari hal tersebut, kasus malfungsi autopilot Tesla yang berakhir dengan kecelakaan memang terus menjadi perhatian NHTSA sejak beberapa tahun terakhir. Dan meskipun Tesla terus menyempurnakan teknologi autopilot-nya, sepertinya masih sangat lama hingga Tesla sekalipun dapat memiliki mobil dengan autopilot penuh.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *