Gara-gara Bensin Melambung, Mobil Listrik di Amerika Serikat Kini Lebih “Masuk Akal”

Harga bensin yang meningkat jauh di berbagai negara memang membuat banyak pemilik kendaraan menjadi pusing. Hal tersebut akhirnya membuat biaya operasional untuk mobil konvensional di negara-negara seperti Amerika Serikat menjadi melonjak tinggi.

Bahkan, dari analisa yang dilakukan oleh The Zero Emission Transportation Association (ZETA) kini menyebutkan bahwa menggunakan mobil listrik kini 3 hingga 6 kali lipat lebih murah daripada mobil konvesional.

Pernyataan kontroversial tersebut tentunya muncul karena di kondisi harga bensin yang terus naik, mobil listrik lebih efisien dan menghabiskan lebih sedikit biaya.

ZETA bahkan menunjukkan data yang mengklaim bahwa para pemilik mobil listrik di Amerika Serikat kini dapat menghemat hingga $6.000 hingga $10.000 atau sekitar Rp86 juta – Rp143 juta dengan memiliki mobil listrik ketimbang mobil konvensional.

“Analisa kami menunjukkan bahwa konsumen Amerika tidak perlu memilih antara mengemudikan mobil atau menyimpan uang mereka. Mobil listrik kini telah terjangkau,” ungkap Executive Director ZETA, Joe Britton.

Dalam penelititannya, ZETA menggunakan perbandingan mobil konvesional melawan mobil listrik di 3 segmen mobil yaitu SUV, sedan, dan pikap. ZETA membandingkan Ford F150 melawan Ford F150 Lighting, Toyota Rav4 melawan Rivian R1T/S, dan juga Honda Civic melawan Tesla Model 3.

Dan seperti yang telah diungkapkan, setelah dibandingkan biaya per jarak pakai dari mobil listrik memang jauh lebih hemat daripada kompetitor konvensionalnya. Begitu juga dengan biaya operasional yang dikeluarkan untuk mobil listrik.

Hal tersebut disebabkan karena biaya pengisian listrik tidak tergantung pada harga minyak dunia yang naik-turun. Sehingga biaya untuk listrik tidak mengalami kejutan harga, disrupsi, dan juga keterbatasan suplai.

ZETA bahkan menyebutkan bahwa mobil listrik dapat lebih terjangkau lagi bila Kongres menyetujui insentif pajak untuk energi bersih. Disebutkan bahwa bila intensif pajak tersebut diberlakukan maka harga mobil listrik di Amerika Serikat dapat turun hingga $7.500 atau sekitar Rp107 juta-an.

Meskipun begitu, penelitian tersebut tidak menyertakan biaya yang harus dikeluarkan oleh para konsumen untuk membeli mobil listrik di saat seperti ini.

Karena di Amerika Serikat sendiri harga mobil listrik di dealer juga ikut naik ketika harga besin di negara tersebut naik. Belum lagi seperti yang sebelumnya dibahas bahwa mobil listrik tidak memiliki keandalan lebih baik dari mobil biasa.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *