BMW dan McLaren Disebut akan Kembangkan Platform Mobil Sport Elektrik

Sepertinya aman dikatakan bahwa 2022 ini menjadi tahun kolaborasi bagi para pelaku industri otomotif dunia. Banyak pabrikan-pabrikan otomotif yang akhirnya saling bekerja sama dalam berbagai bentuk.

Namun tujuannya pun tidak buruk, yaitu mempercepat pengembangan teknologi mobil listrik agar segera dapat diadaptasi secara masif. Sehingga ke depannya dapat menekan harga mobil listrik tersebut secara signifikan.

Yang terbaru, pabrikan otomotif Jerman, BMW dikabarkan akan bekerja sama dengan pabrikan mobil sport dan hyper asal Inggris McLaren.

Kedua pabrikan ini nantinya akan mengembangkan platform mobil sport elektrik bersama. Diskusi antara dua belah pihak bahkan sudah berjalan beberapa saat dengan McLaren hingga akhirnya keduanya resmi bekerja sama pada akhir Maret.

Mclaren Artura

Tepatnya pada 24 Maret lalu, baik McLaren dan BMW akhirnya menandatangani nota kesepahaman atau MoU yang menjelaskan pengambangan bersama arsitektur baru untuk mobil sport elektrik.

Masih sedikit informasi yang diungkap dari kesepaktan ini, namun logikanya, dengan pengembangan bersama BMW dan terutama McLaren nantinya dapat berbagi biaya pengembangan.

Sehingga di masa depan memungkinkan McLaren untuk dapat masuk ke dalam pasar mobil listrik penuh sekaligus menjual mobil sport mereka dengan harga yang lebih terjangkau.

McLaren sendiri hingga sekarang masih belum memasuki pasar mobil listrik dan masih bertahan lewat hybrid. Sehingga kerja sama ini mampu mempercepat dan juga mengurangi beban pengembangan yang harus dilakukan.

 

Di lain pihak, BMW tentunya menjadi salah satu pemain utama dalam pasar mobil listrik sejak merilis seri “i”-nya. Namun mobil listrik BMW kini berfokus pada sedan dan SUV.

Kerja sama ini dapat menjadi jalan bagi BMW untuk kembali masuk ke dalam pasar mobil sport, mengingat mobil sport hybrid mereka terdahulu yaitu i8 mendapat tanggapan yang kurang bagus dari para pembeli.

BMW dan McLaren sebenarnya sudah pernah bekerja sama sebelumnya. Namun pada saat itu McLaren masih bernama McLaren Cars.

Hasil kerja sama keduanya pun menakjubkan karena mereka berhasil membuat McLaren F1 yang tidak dapat dipungkiri adalah sebuah hypercar legendaris yang pernah ada.

Dan bila dulu BMW hanya bertugas memasok mesinnya saja, sedangkan McLaren membuat seluruh bagian lainnya, kini kelihatannya BMW dan McLaren akan berbagi tugas yang seimbang untuk mobil sport elektrik mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *