Presiden Jokowi Berencana Bertemu Elon Musk untuk Bahas Mobil Listrik

Presiden Republik Indonesia,  Joko Widodo kini tengah menuju Amerika Serikat untuk memenuhi undangan KTT-ASEAN di Washington DC. Namun selain menghadiri KTT, Jokowi disebut berencana untuk menemui Elon Musk.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menyebutkan bahwa akan ada pertemuan dengan CEO Tesla tersebut untuk membahas kendaraan listrik. Lebih detailnya pada kerja sama percepatan pengembangan industri nikel di Indonesia.

“Iya, keduanya akan bertemu nantinya. Sekarang lagi kami atur ketemunya mau di mana jadinya,” ujar Luhut saat memberikan konferensi pers bersama Menteri Kabinet Indonesia Maju di Kantor Presiden pada Senin, 9 Mei 2022 lalu.

Pertemuan antara Presiden Jokowi dan Elon Musk ini kelihatannya merupakan kelanjutan dari pertemuan yang bulan lalu dilakukan oleh Menteri Luhut. Pada pertemuan tersebut Luhut menyampaikan potensi bahan baku baterai kendaraan listrik yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, Elon Musk kemudian tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia. Bahkan Luhut mengungkap bahwa saat ini sudah ada Tim perwakilan Tesla yang berada di Indonesia. Tim ini nantinya akan mengunjungi pusat produksi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Mereka akan meninjau ke lapangan, akan tinjau ke Morowali. Mereka sangat puas dengan data yang mereka dapatkan hingga hari ini,”lanjut Luhut. “Karena ia (Elon Musk) anggap sangat menjanjikan untuk mampu men-supply bahan baku baterai mobil listrik,”

Dalam postingan Instagram pribadinya, Luhut juga membagikan detail bahwa Presiden Jokowi dijadwalkan akan bertemu Elon Musk pada 14 mendatang. Elon disebut akan mengubah schedule-nya demi menemui langsung Presiden Jokowi. Keduanya bahkan juga disebut akan menngunjungi fasilitas SpaceX.

Bahkan, Luhut menyebut telah mengundang CEO Boring Company tersebut untuk datang ke Indonesia untuk menghadiri forum B-20 yang merupakan rangkaian G-20 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan November mendatang.

Pertemuan ini diharapkan dapat mendorong Tesla untuk berinvestasi ke Indonesia, setelah sebelumnya gagal. Indonesia memang ingin mengembangkan rantai pasokan nikelnya di dalam negeri secara penuh. Hingga saat ini, beberapa perusahaan China dan Korea Selatan telah menyanggupi aturan tersebut, dan mungkin Tesla akan menjadi selanjutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *