Motor Listrik Kini Digunakan Untuk Operasi Taktis Para Sniper Ukraina

Penggunaan kendaraan listrik dalam militer memang bukan hal yang baru. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki ketimbang motor konvensional, implementasi lapangannya kini sudah mulai terlihat salah satunya pada perang antara Rusia dan Ukraina.

2 bulan berlalu sejak invasi Rusia, angkatan bersenjata Ukraina memang terus mencoba bertahan dan melawan balik. Namun Ukraina juga sadar bahwa mereka membutuhkan taktik cerdik untuk melawan tekanan Rusia yang masif.

Salah satunya adalah implementasi motor listrik sebagai alat transportasi lapangan militer Ukraina. Dan motor-motor listrik tersebut dipasok oleh brand lokal ELEEK yang menyediakan model Atom mereka untuk militer.

Motor trail elektrik ini memang terbilang tangkas dan juga tangguh untuk kondisi operasi taktis militer di daerah Ukraina yang dipenuhi dengan pegunungan dan hutan. Motor ini sangat ringan, yaitu hanya 70 kg namun mampu menahan beban hingga 150 kg.

Selain ringan dan lincah ELEEK Atom ini juga dapat melaju hingga kecepatan 90km/jam dengan jarak tempuh hingga 150 km. Dan tentunya karena merupakan motor listrik, motor trail ini tidak memiliki suara yang membuatnya sangat cocok digunakan dalam operasi senyap para sniper militer Ukraina.

Bahkan salah satu komandan militer Ukraina, Mamuka Mamulashvili menceritakan kepada The War Zone (via Electrek). Bahwa dirinya memang meminta secara khusus motor listrik untuk tim sniper miliknya.

 

Dirinya menjelaskan bahwa motor listrik memungkinkan tim sniper mereka untuk masuk ke dalam area target secara diam-diam. Mengeksekusi musuh dari jarak jauh, dan setelahnya langsung meninggalkan lokasi sebelum terdeteksi oleh militer Rusia.

Salah satu kelebihan lain yang tidak terduga dari motor listrik ini adalah karena penggeraknya tidak membuat panas setinggi motor konvensional. Membuat motor ini tidak terdeteksi oleh radar thermal milik drone Rusia yang biasanya melakukan pemindaian.

Ke depannya, penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan taktis militer sepertinya akan menjadi tren. Dan siapa tahu akan lebih banyak negara yang akan segera mengalihkan kendaraan perangnya menjadi kendaraan listrik. Termasuk Indonesia yang sebenarnya telah memiliki MotoEV buatan Pindad.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *