Gandeng 6 Kampus Indonesia, Toyota Garap Calya Listrik

MOMOTRIK – Untuk mempercepat pengembangan mobil listriknya, Toyota Indonesia ternyata juga ikut melibatkan institusi pendidikan di Indonesia. Usaha tersebut merupakan bagian dari hadirnya xEV Center yang merupakan fasilitas untuk pembelajaran dan pengembangan kapabilitas elektrifikasi dan energi hijau.

Fasilitas baru yang berada di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang 3 tersebut nantinya akan menjadi pusat berbagai riset yang akan dilakukan oleh para mahasiswa dan juga pengajar dari beberapa universitas di Indonesia.

Tujuan dari riset bersama tersebut adalah untuk memberikan solusi alternatif dalam mengembangkan pemahaman dan kemampuan di bidang elektrifikasi sebagai pilihan teknologi ‘Multi-Pathway’. Riset ini juga bertujuan untuk menyediakan solusi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan kondisi di Indonesia.

Toyota xEV Indonesia

Sebagai tahap pertama program riset ini, beberapa universitas di Indonesia masuk ke dalamnya. Antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Udayana (UNUD), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Melalui acara webminar bertajuk “Aktifitas Riset Universitas Sebagai Bagian Upaya dalam Mengembangkan Populasi Kendaraan Elektrifikasi”, para perwakilan dari universitas tersebut nantinya akan memaparkan hasil risetnya terhadap konversi Toyota Calya menjadi mobil listrik.

LCGC MPV milik Toyota tersebut memang menjadi obyek bedah dari ITS, UI, dan ITB. Nantinya, Calya tersebut akan dipasangkan baterai dari mobil listrik Toyota lainnya, Prius. Dan akan dikembangkan tersebut akan memenuhi standar layak jalan di jalanan Indoneia.

Toyota xEV Indonesia

Disamping pengembangan mobilnya, perwakilan dari kampus lain seperti Perwakilan dari Lembaga Penyelidik Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-UI) akan meriset proyeksi pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia berdasarkan pertumbuhan ekonomi dan dukungan regulasi saat ini.

Selain itu perwakilan dari UGM dan UNUD akan melakukan riset seputar pengembangan ekosistem elektrifikasi serta tantangan yang dihadapi dan dukungan yang dibutuhkan untuk merealisasikan ekosistem elektrifikasi di Indonesia.

Dan yang terakhir, perwakilan dari UNS nantinya akan melakukan riset pada baterai mobil listrik sebagai bentuk mendukung potensi dari pengembangan baterai kendaraan listrik di dalam negeri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *