Harga Mobil-mobil Tesla di Seluruh Dunia Dikabarkan Akan Naik

MOMOTRIK – Sejak awal kehadirannya, Tesla memang tidak pernah menargetkan pasar ekonomi. Dan memang berfokus pada pasar premium yang tentunya punya label harga tinggi.

Dengan pasaran harga yang sudah tinggi (Di atas Rp1 miliar untuk Indonesia), kini mobil-mobil buatan Tesla dikabarkan akan mengalami kenaikan harga di seluruh dunia. Yang tentunya membuat harga mobil listrik ini akan semakin melambung.

Menurut berbagai laporan yang dihimpun oleh InsideEVs, beberapa negara telah mengalami kenaikan harga dari Tesla. Amerika Serikat dan Kanada nyatanya menjadi yang pertama mengalami kenaikan tersebut.

Namun tidak lama, negara-negara Eropa, China, Australia, Korea Selatan, dan bahkan Jepang juga disebut mengalami kenaikan harga. Rata-rata mobil-mobil Tesla ini mengalami peningkatan harga sekitar ribuan Dollar atau sekitar puluhan juta Rupiah.

Tidak ada konfirmasi resmi mengapa kenaikan harga ini ditetapkan. Namun banyak dugaan adanya inflasi dan meningkatnya biaya produksi menjadi penyebab utamanya. Meskipun tidak disebutkan, namun kelangkaan chipset global kelihatannya juga menjadi salah satu faktornya.

Sayangnya, model yang terkena kenaikan harga sangat bervariasi begitu juga dengan jumlah kenaikannya tergantung dari negaranya. Seperti di Amerika Serikat dan Jerman, Model 3 dan Model Y adalah yang terkena kenaikan paling signifikan.

Sedangkan di China, hanya Model Y tipe Long Range yang terkena kenaikan cukup signifikan. Yaitu sebesar Rp2.829 atau sekitar Rp42 juta. Bahkan di Australia harga dari Model Y mendapat kenaikan harga hingga $3.000 atau sekitar Rp44 juta.

Tesla Model Y dan Model 3

Model S dan Model X memang tidak tercatat mengalami kenaikan harga. Namun melihat apa yang terjadi sebelumnya banyak pihak yang percaya bahwa hanya menunggu waktu saja sebelum 2 model tersebut juga akan terkena kenaikan harga.

Sebelumnya, Tesla sebenarnya telah menaikkan harga mobil-mobilnya pada Maret lalu. Dan pada kenaikan saat itu semua model terkena dampak kenaikan. Bahkan Model X saat itu terkena kenaikan yang cukup ekstrim yaitu sebesar $6000 atau sekitar Rp89 juta.

Sang CEO, Elon Musk sebelumnya juga pernah menjelaskan bahwa inflasi yang terjadi membuat harga material mentah naik. Dia bahkan menjelaskan bahwa Tesla harus memotong 10% dari gaji para karyawannya. Hingga mengirimkan pesan kepada semua eksekutif Tesla untuk menghentikan semua perekrutan di seluruh dunia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *