Penjualan 2021 Lemah, Honda Atur Ulang Target Motor Listriknya

MOMOTRIK – Untuk urusan kendaraan roda dua, Honda tentunya menjadi salah satu brand yang paling mendominasi tidak hanya di Indonesia namun juga dunia. Tapi bila membicarakan motor listrik, maka Honda ternyata masih cukup keteteran menggarap pasar baru ini.

Lewat laporan terbarunya yang berjudul “Honda Sustainability Report 2022”. Honda membagikan banyak detail seputar apa saja yang telah dilakukan Honda selama setahun ke belakang dalam masalah kendaraan ramah lingkungan.

Honda sendiri memang tidak memberikan dorongan sekuat kendaraan roda empatnya untuk segera bertransformasi ke listrik. Namun Honda memang telah memiliki beberapa motor dan skuter listrik yang dijual mayoritas di Jepang dan China.

 

Hasilnya sendiri memang kurang memuaskan bagi pabrikan berlogo sayap ini karena menurut laporannya, mereka hanya berhasil menjual 0,01% motor listrik dari total penjualan motor mereka selama 2022. Angka yang sangat rendah yang akhirnya membuat Honda harus mengatur ulang target mereka ke depannya.

Penyebab rendahnya penjualan produk elektrik Honda ini dipercaya disebabkan oleh distribusi kendaraan listriknya terutama motor yang tidak dijual secara global. Selain itu Honda juga belum membuat gebrakan untuk membuat produk motor listrik baru yang menarik minat konsumen global.

Target besar perusahaan sebenarnya masih tidak berganti denganĀ  program Honda Zero-Emission yang akan membuat semua kendaraan yang dijual oleh Honda nantinya akan sepenuhnya ramah lingkungan pada 2040 mendatang. Namun kini mereka memiliki target baru untuk 2030.

Honda mengumumkan bahwa mereka menginginkan penjualan motor listriknya bisa mencapai 15% pada 2030 mendatang. Ditemani dengan penjualan mobil listrik sebesar 30%, dan juga produk-produk energi Honda sebesar 36%.

Honda Experimental Safety Vehicles

Dalam laporan tersebut Honda juga menjelaskan laporan proyek gabungan mereka dengan pabrikan motor lainnya. Proyek yang disebut Connected Motorcycle Consortium (CMC) tersebut bertujuan untuk mencari solusi terhadap banyaknya kasus kecelakaan sepeda motor.

Proyek yang diikuti oleh Yamaha Motor Company Limited, BMW Motorrad, KTM AG, dan beberapa pabrikan lainnya ini disebut masih terus mengumpulkan dan menganalisa data dari kasus-kasus kecelakaan motor.

Harapannya, pada akhir tahun fiskal 2023 mendatang konsortium tersebut telah mempelajari penuh kasus kecelakaan motor dan dapat bersama-sama memunculkan solusi nyata untuk mencegah kecelakaan motor ke depannya. Salah satunya tentu adalah teknologi autopilot dan cruise control yang tengah dikembangkan untuk motor mereka.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *