Teknologi Sodium-Ion Berpotensi jadi Baterai Mobil Listrik Masa Depan

MOMOTRIK – Penelitian terhadap teknologi sodium-ion untuk baterai kini semakin terlihat menjanjikan. Baterai jenis ini memiliki densitas energi yang kini semakin baik, mampu bekerja di temperatur ekstrim, dan juga tidak mudah terbakar. Mengingat beberapa kasus kebakaran mobil listrik karena baterai masih kerap terjadi.

Selain itu, yang paling utama adalah bahan baku sodium sangat berlimpah sehingga harganya pun murah. Tidak seperti lithium yang kini harganya terus meroket, sodium memiliki potensi untuk membuat harga baterai menjadi lebih murah. Apalagi baterai berbasis sodium akan lebih ramah lingkungan.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) milik Departemen Energi Amerika Serikat, baterai berbasis sodium-ion kini berhasil punya daya tahan yang panjang. Hal tersebut bahkan dipublikasikan melalui jurnal Nature Energy dengan menyebut bahwa suatu hari baterai sodium akan mampu menenagai mobil listrik.

Sebelunya, baterai berbasis sodium memiliki performa yang tidak terlalu baik dan juga memiliki ketahanan yang buruk. Namun setelah penelitian lanjutan dilakukan akhirnya ditemukan formula untuk membuatnya lebih baik.

Para peneliti PNNL tersebut menemukan bahwa dengan mengganti komposisi cairan elektrolit pada baterai ini dapat menghapus berbagai masalah yang menghambat performa baterai sodium sebelumnya. PNNL menyebut bahwa mereka akhirnya menemukan ‘garam’ yang tepat sehingga baterai sodium tersebut bisa bertahan lebih lama.

Dari pergantian tersebut, para peneliti kini mampu membuat baterai sodium-ion tersebut bertahan terhadap siklus charging-nya sebanyak lebih dari 300 kali. Dan setelahnya, baterai tersebut berhasil kehilangan sedikit persentase kapasitasnya sehingga baterainya masih memiliki kapasitas lebih dari 90%.

Selain daya tahan dan kapasitas, salah satu keunggulan yang disoroti dari sodium-ion ini adalah baterainya yang tidak mudah terbakar. Hal ini dikarenakan teknologi ion natrium yang dikembangkan oleh para peneliti PNNL memiliki ‘pemadam api alami’.

Artinya, baterai tersebut lebih tahan terhadap perubahan suhu dan bahkan dapat beroperasi normal pada tegangan tinggi. Dalam prakteknya, larutan elektrolit baru yang mereka kembangkan mampu memberikan lapisan pelindung ultra tipis pada anoda. Sehingga baterai tetap stabil saat digunakan pada kondisi tertetu.

Untuk sekarang baterai sodium-ion ini masih terus diteiti terutama untuk mampu memenuhi standarisasi yang dibutuhkan pada baterai mobil listrik. Karena teknologi ini memang masih ketinggalan di belakang lithium dalam hal densitas energi yang dapat disimpan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *