Roam Air, Motor Listrik yang Dikembangkan Khusus untuk Benua Afrika

MOMOTRIK – Terlepas dari berbagai fungsi tambahannya, sepeda motor listrik pada intinya adalah sebuah alat transportasi. Dan kehadirannya harus menjadi solusi nyata untuk mobilitas pada area tersebut. Itulah yang sepertinya menjadi motivasi utama Roam Motor.

Brand yang dibentuk pada 2017 ini memang berfokus dalam mengembangkan mobilitas elektrik di Afrika. Maka dari itu, mereka mendesain motor listrik barunya yang fleksibel digunakan di area urban perkotaan maupun area pelosok,

Motor listrik baru tersebut diberi nama Roam Air, motor bergaya scrambler ini disebut sebagai yang pertama di Benua Afrika dalam banyak hal. Yang pertama tentu menjadi motor listrik pertama yang dikembangkan dan dijual khusus untuk Afrika.

Selain itu motor listrik ini  juga menggunakan teknologi yang memungkinkan motor ini diadopsi masal. Selain itu Roam Air ini juga menjadi transportasi ramah lingkungan di seluruh benua Afrika tanpa membutuhkan infrastruktur tambahan.

Motornya sendiri memiliki desain rangka inovatif yang memungkinkan menampung dua buah baterai. Rangkanya juga dibangun untuk dapat mengatasi semua medan. Sesuai dengan keinginan awal untuk membuat motor ini dapat menjelajah kota maupun daerah terpencil.

Konfigurasi baterai pada motor ini membuatnya mudah untuk dilepas-pasang dan ditukar maupun dicas menggunakan colokan rumahan secara normal. Bagian tangki bahan bakar juga kini diubah menjadi ruang penyimpanan yang bisa digunakan untuk menyimpan barang dengan aman.

Untuk membuat motor ini dapat fleksibel digunakan di berbagai daerah di Afrika, Roam Air akan menggunakan suku cadang lokal yang memungkinkan motor ini diperbaiki dengan mudah. Serta untuk mendukung industri suku cadang lokal.

“Kami sangat bersemangat untuk mengumumkan kehadiran Roam Air, generari baru motor listrik kami, yang diadaptasi dan didesain khusus untuk Afrika dengan fokus spesial pada “harga yang terjangkau, keandalan, dan konektivitas”. ungkap CEO dan Co-Founder Roam, Filip Lövström.

Untuk spesifikasinya, Roam Air nantinya akan menggunakan motor listrik bertenaga 3 kW yang disandingkan dengan dua buah baterai yang masing-masing berkapasitas 3,24 kWh. Spesifikasi tersebut mampu membuat motor ini melaju hingga 90 km/jam dan menempuh jarak sejauh 180 km.

Sebagai tambahan motor listrik ini memiliki bobot 135 kg (satu baterai), dan dapat mengangkut bawaan seberat 220 kg. Akan ada 5 mode berkendara yaitu Eco, Standard, Power, Sports, dan Mundur. Untuk pengecasannya sendiri satu pack baterainya akan penuh dalam 4 jam.

Hebatnya, Roam Air berhasil memangkas biaya pembuatannya hingga 70% yang membuatnya dibanderol dengan harga $1.500 atau sekitar Rp 22 jutaan saja. Yang membuat standar baru bagi motor listrik di Benua Afrika sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *