4 Tantangan Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia

MOMOTRIK – Usaha untuk mengadaptasikan mobil listrik kepada masyarakat Indonesia memang terus dilakukan. Namun memang perkembangan yang terjadi cukup lambat untuk beberapa tahun ini. Hal inipun ternyata juga disadari oleh para brand.

Salah satu yang akhirnya memberikan pendapatnya adalah Nissan. Brand otomotif asal Jepang ini akhirnya mengutarakan bahwa Indonesia memiliki beberapa tantangan untuk dapat segera mempopulerkan mobil listrik di sini.

Melalui Vice President Nissan ASEAN, Isao Sekiguchi mengutarakan beberapa tantangan tersebut pada sat peluncuran EV Smart Mobility – Joint Project yang baru dilaksanakan di Bali beberapa hari yang lalu. Berikut adalah empat tantangan yang diungkapkan oleh Isao Sekiguchi:

1. Pemahaman dan kesadaran konsumen perihal kendaraan listrik

Meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut, namun hal ini tentu merujuk pada fakta bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak memahami fungsi dan benefit dari mobil listrik.

Rasa skeptis yang masih dimiliki masyarakat terhadap kendaraan listrik memang membuat kendaraan listrik sulit diterima dan hal tersebut harus segera diubah.

2. Kehadiran infrastruktur pengisian daya listrik

SPKLU Mattoanging, Makassar yang baru saja diresmikan (image credit: Baca Pesan)

Seperti yang diketahui PLN, Pertamina, dan beberapa perusahaan lain memang terus berusaha menghadirkan sebanyak mungkin Stasiun Pengisian Kendaraan Umum (SPKLU) di berbagai lokasi di saentaro Indonesia.

Namun masih terbatasnya kehadiran SPKLU di beberapa kota besar saja memang membuat para calon pembeli masih akan tetap ragu untuk mengadopsi kendaraan listrik sebagai alat transportasinya.

3. Insentif dari pemerintah

 

Image Credit: NIssan

Poin ini dianggap penting bagi Sekiguchi karena akan sangat berguna untuk mempromosikan mobil listrik kepada masyarakat Indonesia. Hal serupa juga dilakukan oleh banyak negara lain untuk dapat menggenjot eksistensi kendaraan listrik di Indonesia.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada beberapa insentif yang diberikan kepada para pemilik mobil listrik seperti insentif PPnBM, DP minimum, hingga status bebas ganjil genap untuk wilayah Jakarta. Namun kelihatannya hal tersebut masih kurang menarik bagi masyarakat umum.

4. Produk yang tepat di pasar yang tepat

Hal ini tentunya yang paling terlihat dari kondisi lapangan di Indonesia. Karea mayoritas mobil listrik yang dipasarkan di sini adalah adaptasi dari mobil listrik untuk pasar Eropa, Amerika Serikat, atau China.

Padahal kebutuhan, selera, dan kemampuan masyarakat Indonesia terhadap kendaraan listrik tentu berbeda. Hal inilah yang kelihatannya masih menjadi penyebab utama mobil listrik masih belum mendapat perhatian dari masyarakat.


Pada akhirnya, proyek inisiasi EV Smart Mobility-Joint Project yang digagas oleh Nissan, Toyota, Mitsubishi, FUSO, dan Isuzu ini merupakan bentuk nyata dari usaha untuk meruntuhkan beberapa tantangan yang disebutkan tadi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *