Dibuka untuk Umum, Tesla Supercharger Malah Dicap Ilegal di Jerman

MOMOTRIK – Selama bertahun-tahun, para pengguna Tesla di seluruh dunia mendapatkan akses eksklusif ke charging station resmi mereka yaitu Tesla Supercharger. Namun tahun ini Tesla mulai merubah aturan mereka dengan membuka akses Tesla Supercharger untuk mobil listrik lainnya.

Sayangnya, pembukaan akses ini tidak berjalan selancar dan seantusias yang diperkirakan. Karena seperti yang terjadi di Jerman, Pemerintah setempat tiba-tiba memutuskan bahwa semua stasiun pengisian mobil listrik milik Tesla tersebut kini berstatus ‘Ilegal’.

Usut punya usut, penetapan status ilegal ini ternyata berkaitan dengan desain stasiun pengisian yang dimiliki oleh Tesla Supercharger. Pemerintah beranggapan bahwa bentuk stasiun ikonik milik Tesla yang berada di seluruh dunia tersebut tidak memenuhi standar.

Hal utama yang disoroti adalah tidak adanya layar informasi pengitung jumlah kWh dalam stasiunnya. Menurut laporan dari Handelsblatt, dalam aturan Pemerintah Jerman, setiap stasiun pengisian mobil listrik yang dihitung menggunakan satuan kilowatt hours (kWh) harus mematuhi undang-undang kalibrasi.

Setiap stasiun pengisian tersebut harus memiliki meteran yang secara tepat mengukur arus yang dikeluarkan ke mobil. Ini berlaku stasiun pengisian yang berada di ruang publik, namun juga dipalikasikan kepada perusahaan dan bahkan lokasi-lokasi pribadi.

Desain dari Tesla Supercharger sendiri memang sangat minimalis dan bahkan tidak memiliki layar informasi ataupun tombol apapun. Hal tersebut tentu dikarenakan semua fungsi mulai dari pengisian, tagihan, dll berada di aplikasi smartphone sang pemilik mobil.

Meskipun dicap ilegal, namun Pemerintah Jerman menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan membuat operasi Tesla Supercharger tersebut dihentikan. Tesla pun tidak akan diberi sanksi oleh pemerintah Jerman, namun pemerintah Jerman akan memerintahkan Tesla untuk memperbaiki stasiun milik mereka.

Pelanggaran ini sebenarnya bukan hanya dijatuhkan khusus kepada Tesla, karena menurut laporan ada beberapa penyedia layanan stasiun pengisian EV yang juga mendapat teguran. Namun karena banyaknya jumlah Tesla Supercharger yang ada di Jerman, maka Tesla juga menjadi perusahaan dengan jumlah pelanggaran tertinggi.

Selama ini, Tesla memang tidak pernah mendapat teguran ataupun keluhan dari para konsumennya mengenai hal tersebut. Namun tentunya Pemerintah Jerman memang memiliki peraturan sendiri yang mau tidak mau harus dituruti Tesla untuk dapat beroperasi di sana.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *