PLN: 80% Pemilik Mobil Listrik Indonesia Mengisi Mobilnya di Rumah

MOMOTRIK – Ketakutan kehabisan energi mobil listrik atau “Range Anxiety” memang menjadi permasalahan paling umum yang dikhawatirkan dari mobil listrik. Padahal mobil-mobil listrik saat ini sudah memiliki jarak tempuh yang lumayan tinggi.

Dengan rata-rata mobil listrik yang dijual di Indonesia oleh brand-brand besar telah mencapai di atas 300 km, maka jarak tempuh perjalanan terutama di dalam kota sudah bukan lagi menjadi hal yang harus ditakutkan.

Hal tersebut juga diperkuat dari fakta baru yang diungkapkan oleh PT. PLN bahwa 80% pemilik mobil listrik masih nyaman melakukan pengisian ulang kendaraan listrik mereka di rumah masing-masing. Hal ini tentu membuktikan bahwa kapasitas rata-rata baterai mobil listrik di Indonesia masih mencukupi perjalanan harian pemiliknya.

Untuk mendukung hal tersebut, PT PLN (Persero) kini memberikan stimulus dalam biaya pengisian mobil listrik di rumah. Nantinya, pemilik mobil listrik yang mengisi daya mobil listriknya di rumah akan mendapat diskon sebesar 30%.

 

Diskon tersebut nantinya akan berlaku untuk pengisian di rumah yang dilakukan pada kurun waktu antara jam 10 malam hingga 5 pagi. Program potongan harga tersebut disampaikan langsung oleh Executive Vice President Pemasaran dan Pengembangan Produk PT PLN, Hikmat Drajat.

“Pengguna kendaraan yang melakukan pengisian di rumah pada periode jam 22:00-05:00 maka PLN memberikan diskon 30 persen,” ujar Hikmat dalam salah diskusi mobil listrik di gelaran GIIAS, ICE BSD Selasa (16 Agustus lalu).

Hikmat menilai bahwa stimulus tersebut akan memberikan manfaat kepada para pengguna kendaraan listrik. Sekaligus untuk mendorong percepatan elektrifikasi pada sektor transportasi karena biaya penggunaan kendaraan yang lebih murah.

Dirinya memberikan perbandingan dengan perjalanan sejauh 10 km yang membutuhkan 1 liter bahan bakar Pertamax dengan harga Rp 12.500 untuk mobil konvensional. Namun di kendaraan listrik, jarak yang sama hanya memerlukan daya 1,5 kWh yang bila dikonversi berarti hanya Rp 1.400 saja.

Perbandingan tersebut tentu menunjukkan perbedaan signifikan antara biaya operasional mobil listrik yang hampir 1/10 dari biaya operasioanl jalan mobil kovensional. Sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik memiliki efisiensi harga dalam pengisian ulang dayanya.

Meskipun kebiasaan para pemilik mobil listrik yang lebih menyaman mengisi mobilnya di rumah, PLN tetap akan terus menggenjot pembangunan SPKLU di seluruh Indonesia. Terutama agar perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan listrik nantinya dapat lebih nyaman.

 

Sumber: Antara

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *