BMW Mulai Produksi Fuel-Cell Hidrogen Mereka Sendiri

MOMOTRIK – Selain merilis mobil listrik penuhnya, brand otomotif Jerman BMW juga melebarkan pengembangan mobil ramah lingkungannya ke arah lain. Salah satunya adalah teknologi fuel-cell berbasis hidrogen yang memang digadang-gadang bisa menyaingi mobil listrik berbasis baterai.

Untuk menunjukkan keseriusannya, BMW bahkan mulai memproduksi fuel-cell buatannya sendiri. Dibuat di Hydrogen Competence Center in Munich, fuel-cell BMW ini nanti akan digunakan pada salah satu model SUV mereka yaitu iX5 Hydrogen.

Mobil ini merupakan varian dari SUV X5 yang dibuat untuk menguji coba dan menunjukkan efektifitas teknologi fuel-cell. BMW bahkan telah mempersiapkan produksi skala kecil sejak 2021 silam. iX5 Hydrogen tersebut bahkan sudah diuji coba jalan sejak tahun lalu.

BMW sendiri sebenarnya telah melakukan riset terhadap teknologi fuel-cell ini sejak 2013. Dan BMW sebenarnya tidak sendiri karena pengembangan tersebut merupakan kolaborasi dengan brand otomotif Jepang, Toyota.

Toyota sendiri memang menjadi pemain utama dalam pengembangan teknologi fuel-cell. Dan nantinya Toyota akan membantu BMW untuk memasok beberapa komponen fuel-cell yang dibutuhkan untuk iX5 Hydrogen tersebut.

Nantinya, mesin fuel-cell milik iX5 ini akan mengkombinasikan sistem pengolah hidrogen dengan mesin listrik baterai yang memberikan tenaga 374 daya kuda. Sayangnya masih belum dibuktikan berapa jauh jarak yang dapat ditempuh oleh iX5 Hydrogen ini.

Selain dengan Toyota, BMW sendiri mengembangkan teknologi fuel-cell ini berkat dorongan yang diberikan oleh Pemerintah Jerman. Bahkan Jerman menyebutkan bahwa mereka telah mengeluarkan banyak dana untuk pengembangan teknologi satu ini.

“Kami telah menginvestasikan hampir 500 juta Euro di teknologi hidrogen dengan pembangunan pusat penelitian dan stasiun pengisian hidrogen. Namun ini juga krusial untuk membentuk jaringan hidrogen dari pemerintah federal.” ungkap Markus Söder, Presiden dari Bavaria.

Pemerintah Jerman sendiri memang memberikan perhatian serius terhadap pengembangan teknologi hidrogen. Hal tersebut terlihat dengan dibangunnya lebih dari 94 stasiun pengisian hidrogen yang tersebar di seluruh Jerman.

Namun sayangnya pembangunan stasiun hidrogen ini difokuskan pada kendaraan fuel-cell pribadi. Padahal di banyak negara, pengembangan kendaraan fuel-cell lebih berfokus pada kendaraan komersial besar. Hal tersebut dikarenakan pada dasarnya mobil listrik baterai masih menang untuk efisiensi.

Sedangkan teknologi fuel-cell hidrogen lebih unggul untuk ukuran densitas energi. Sehingga cocok untuk mobil / truk komersial yang mengangkut banyak barang dengan jarak yang jauh.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *