Gaikindo Ungkap 3 Syarat Agar Minat Mobil Listrik Meningkat

MOMOTRIK – Memasuki semester 2 tahun ini, volume penjualan mobil listrik di Indonesia memang masih belum mencapai target yang diinginkan pemerintah. Meskipun secara presentase jumlah penjualan tahun ini sudah meningkat pesat dibanding tahun lalu.

Hyundai sendiri menjadi raja penjualan mobil listrik selama tahun 2022 ini. Mobil listrik baru mereka, yaitu Ioniq 5 benar-benar laris-manis diminati oleh mereka yang ingin beralih ke mobil listrik. Selama 6 bulan pertama ini Ioniq 5 telah berhasil terjual sebanyak 395 unit.

Meskipun begitu, jumlah tersebut masih jauh dari target pemerintah. Sehingga Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi mengatakan bahwa insentif yang harus diberikan pemerintah terhadap konsum mobil listrik perlu ditingkatkan.

Hal tersebut harus dilakukan guna mendongkrak permintaan. Terlebih karena pilihan mobil listrik di Indonesia saat ini masih sangat terbatas. Dengan mayoritas mobil listrik memiliki harga jual di atas Rp 500 jutaan. Padahal kemampuan rata-rata masyarakat Indonesia berada di Rp 300 jutaan.

“Ada tiga yang harus dilakukan secara beriringan mendongkrak permintaan EV yaitu waktu charging (pengecasan) diperpendek, masa pemakaian lebih lama, dan harga yang terjangkau. Kalau itu beriringan akan mendongkrak permintaan,” ungkap Yohannes.

Yohannes juga menyoroti variasi mobil listrik yang ada di tanah air. Karena ketersediaan mobil listrik di bawah Rp 300 juta akan dipenuhi dengan mobil listrik kecil dengan jarak tempuh yang kecil.

Padahal masyarakat Indonesia masih memiliki ‘range anxiety’ karena belum terbiasa dan masih kurangnya infrastruktur. Sehingga mobil listrik yang bagi mereka layak dan aman masih berada di atas Rp 500 jutaan.

Hal tersebut akhirnya memperkecil pasar konsumen mobil listrik menjadi mereka yang hanya mencari alat transportasi dalam kota. Itupun menjadi semakin terbatas karena kota yang dapat memfasilitasi kebutuhan mobil listrik adalah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Pemerintah sendiri sudah mencoba memperbaiki kondisi pasar mobil listrik Indonesia dengan meminta pabrikan di Indonesia untuk membuat mobil listrik murah untuk pasar lokal. Namun tentunya hal tersebut akan menjadi PR besar bagi para pabrikan.

Apalagi, meskipun harga BBM kini telah mengalami kenaikan di Indonesia, namun hal tersebut tidak serta merta akan meningkatkan minat masyarakat terhadap mobil listrik karena harga mobil listrik yang masih diluar jangkauan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *