Kia Buat Baterai Bekas EV Sebagai Sistem Penyimpanan Energi

MOMOTRIK – Salah satu perhatian banyak pihak terhadap tumbuhnya pasar mobil listrik adalah bertambahnya limbah baterai mobil listrik. Dengan minat terhadap mobil listrik yang terus meningkat, tentunya muncul khekawatiran bertumpuknya limbah baterai mobil yang telah tidak dapat digunakan.

Untuk menjamin hal tersebut tidak terjadi, para pabrikan mobil memiliki caranya masing-masing. Seperti Volkswagen yang mengembangkan fasilitas daur ulang baterai EV-nya, Audi yang menggunakan baterai bekas EV sebagai baterai sumber tenaga untuk bajaj listrik.

Pabrikan mobil listrik asal Korea Selatan, Kia ternyata punya cara yang berbeda untuk menggunakan baterai bekas EV mereka. Karena di Eropa Kia kini bekerja sama dengan perusahaan pengolahan energi asal Jerman, encore Deutsche Bahn (encore DB).

Keduanya berkolaborasi untuk menggunakan ulang baterai bekas mobil listrik sebagai sistem penyimpanan energi. Hal ini memang menjadi tujuan dari encore DB untuk memberikan kehidupan kedua untuk baterai-baterai mobil listrik.

Kia Eropa sendiri mengumumkan bahwa mereka adalah penyedia solusi mobilitas pertama yang bekerja sama dengan encore DB dengan tujuan menyebarkan gerakan ‘kehidupan kedua’ untuk baterai mobil listrik ke seluruh Eropa.

Dalam prakteknya nanti, baterai-baterai mobil listrik tersebut akan dibongkar dari mobilnya. Modul baterai dan juga berbagai komponen lainnya tersebut nantinya akan dianalisa untuk melihat kapasitas yang tersisa dan juga keamanannya.

Bila masih memenuhi standar yang diterapkan oleh encore DB maka nantinya modul baterai bekas tersebut akan dibangun kembali menjadi sistem penyimpanan energi. Dan terakhir, sistem penyimpanan energi tersebut akan dijual untuk berbagai kebutuhan sekaligus memulai tahap kehidupan kedua baterainya.

“Dengan keberhasilan kami dalam elektrifikasi model-model Kia, kami juga bertanggung jawab atas baterai di luar masa pakainya pada mobil. Kemitraan awal Kia dan encore DB menunjukkan bahwa kami menganggap baterai sebagai sumber daya yang berharga,” ungkap Jason Jeong, Presiden Kia Eropa.

Kia dan encore DB menyebutkan bahwa prototipe penyimpanan yang sudah mereka buat mampu menyimpan daya hingga 72 kWh. Daya tersebut dapat digunakan sembari menyimpan daya dari panel surya untuk digunakan nantinya. Di awal percobaannya, sistem penyimpanan energi dari baterai EV ini diterapkan di EUREF-Campus, Berlin, Jerman.

Proyek inipun menjadi langkah panjang bagi dua perusahaan tersebut untuk mengembangkan gerakan daur ulang baterai mobil listrik di eropa. Sekaligus  membantu mempertahankan aliran energi yang lebih stabil di seluruh Eropa.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *