Lightyear 0, Mobil Listrik Produksi Paling Aerodinamis di Dunia

MOMOTRIK – Salah satu target yang dikejar oleh para insinyur mobil listrik adalah memaksimalkan aerodinamika pada mobil yang mereka kerjakan. Secara teknis bentuk yang aerodinamis memang memperkecil hambatan angin. Yang membuat mobil melaju dengan lebih mulus dan juga meningkatkan efisiensi energi yang ada.

Dan dalam perlombaan aerodinamika ini kelihatannya salah satu start-up mobil listrik asal Belanda, Lightyear kelihatannya akan menjadi raja baru. Dengan mobil barunya yaitu Lightyear 0, mobil ini mampu memiliki koefisien drag hanya 0,175.

Alhasil Lightyear 0 tinggal selangkah lagi memecahkan rekor untuk menjadi mobil produksi paling aerodinamis yang ada di bumi. Mengalahkan rekor sebelumnya dipegang lama oleh GM EV1 yang diluncurkan pada akhir 90-an silam.

Rekor aerodinamika tersebut sendiri dipecahkan ketika Lightyear melakukan pengetesan aerodinamika mobilnya di lorong angin FKFS yang berlokasi di Stuttgart, Jerman. Pengetesannya sendiri menggunakan prosedur pengujian WLTP.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Kami harus memulai dari selembar kertas kosong ketika kami mulai mengembangkan teknologi kami.” ungkap Chief Technology Officer Lightyear, Arjo van der Ham.

Semua kerja keras yang dilakukan oleh Lightyear pun berbuah manis, karena mobil Lightyear 0 mereka mampu mencapai jarak tempuh 625 km. Yang membutnya semakin menakjubkan adalah jarak tersebut berhasil dicapai dengan baterai yang cukup kecil yaitu 60 kWh saja.

Namun perlu digaris bawahi bahwa Lightyear dapat mencapai jarak tersebut tidak murni menggunakan baterai dan motor lisitrik saja. Karena hampir seluruh bagian atas mobilnya, mulai dari ujung kap depan hingga bagian belakang atapnya dilapisi oleh panel surya.

Lightyear mengatakan bahwa total area dari panel surya mereka di mobil ini mencapai 5 meter persegi. Jumlah panel surya tersebut dapat memberikan jarak tempuh ekstra hingga 70 km ketika terpapar oleh sinar matahari penuh.

Sehingga secara teori, bila Lightyear 0 ini digunakan di Indonesia dan dikendarai saat matahari tengah terik, maka mobil ini dapat dikendarai dengan hanya menggunakan tenaga panel solarnya saja.

Namun pada akhirnya, tambahan panel surya pada Lightyear 0 ini tidak datang cuma-cuma. Karena Lightyear akan menjual Lightyear 0 ini dalam dua bulan dengan banderol harga €250,000 atau sekitar Rp 3,7 miliar belum termasuk biaya impor.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *