Anggota Konsorsium Baterai Swap Motor Listrik Kini Menjadi 23 Brand

MOMOTRIK – Ketika brand kendaraan roda empat saling berkolaborasi satu sama lain dalam pengembangan berbagai teknologi mobil listrik, brand-brand roda dua bisa dibilang lebih kompak. Hal ini dikarenakan mayoritas brand motor di seluruh dunia kini telah ikut ke dalam Swappable Batteries Motorcycle Consortium (SBMC).

Konsorsium baterai swap motor tersebut awalnya diinisiasi oleh 4 brand motor yaitu Honda, Yamaha, KTM, dan Piaggio. Keempat motor ini menyetujui satu jenis baterai swap yang nantinya dapat digunakan bersama-sama. Satu tahun berlalu, siapa yang menyangka bila jumlah anggota konsorsium ini telah mencapai 23 brand.

Ke-23 brand motor yang akhirnya menyetujui memiliki satu jenis baterai swap nantinya antara lain:

  1. AVL
  2. Ciklo
  3. Fivebikes
  4. Forsee Power
  5. Hioki
  6. Honda
  7. Hyba
  8. JAMA (Japan Automobile Manufacturers Association)
  9. Kawasaki
  10. KTM
  11. Kymco
  12. Niu
  13. Piaggio
  14. Polaris
  15. Roki
  16. Samsung
  17. Sinbon
  18. Sumitomo Electric
  19. Suzuki
  20. Swobbe
  21. Vitesco
  22. VeNetWork
  23. Yamaha

Grup ini menyebutkan bahwa mereka sedang berada dalam proses realisasi baterai swap universal terebut. Namun SBMC belum mengumumkan kapan mereka akan secara resmi meluncurkan teknologi tersebut dan mengaplikasikannya ke produk-produk para anggotanya.

Sebelumnya disebutkan bahwa battery pack milik Honda, “Mobile Power Pack e”(MPP e) akan digunakan sebagai baterai motor swap universal untuk para produsen motor listrik di Jepang yaitu Honda, Kawasaki, Suzuki dan Yamaha dengan nama Gachaco.

Tapi tidak ada informasi apakah baterai yang akan digunakan oleh SBMC ini nantinya juga akan menggunakan baterai yang sama. Mengingat konsorsium tersebut juga berisi banyak pabrikan dari berbagai wilayah di seluruh dunia.

Dalam penjelasannya, para anggota SBMC disebut telah setuju tentang spesifikasi teknis yang akan diusung oleh baterai universal tersebut. Dan kini mereka sedang berada di tahap standarisasi agar dapat sesuai dengan regulasi berbagai negara asal para anggotanya.

Tugas besar lain yang nanti harus dipikirkan oleh SBMC adalah persiapan infrastruktur dari baterai swap ini yaitu stasiun penggantian baterainya. Percobaan lapangan untuk teknologi ini disebut akan diadakan di wilayah Eropa, meskipun tidak dijelaskan kapan dan dimana percobaan tersebut akan diadakan.

Semoga saja konsorsium ini dapat segera mencapai tujuan utamanya, dan dengan hadirnya baterai swap dan stasiun swap universal tersebut tentu akan dapat mempercepat proses adaptasi terhadap motor listrik. Terutama untuk wilayah Asia seperti Indonesia yang menjadikan kendaraan roda dua sebagai salah satu tranportasi pribadi utama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *