Presiden Minta Mobil Listrik Pejabat Dibeli dengan APBN

MOMOTRIK – Setelah sebelumnya menginstruksikan instansi pemerintah untuk beralih ke mobil listrik, kini Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi baru yang mengatur pembelian mobil listrik untuk kendaraan dinas di lingkungan pemerintah pusat dan daerah.

Informasi tersebut dikabarkan langsung oleh Menetri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan. Luhut menyebut bahwa Presiden Jokowi telah menyetujui bahwa mobil listrik pejabat tersebut akan dianggarkan dari APBN.

“Jadi Presiden sudah memerintahkan bahwa APBN akan digunakan untuk pembelian kendaraan listrik. Yang electric vehicle mulai tahun ini, tahun depan akan lebih besar lagi.”ujar Luhut beberapa waktu lalu di Jakarta.

Luhut pun menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyusun perencanaan pembelian mobil listrik tersebut. Dirinya berani menargetkan bahwa hingga tahun 2035 mendatang, tidak ada lagi kendaraan roda empat yang menggunakan mesin kombusi internal.

 

“Kita semua akan pakai EV dan dengan begitu kita akan mengurangi impor crude oil karena penggunaannya berkurang,” lanjut Luhut perihal rencana transisi ke mobil listrik tersebut.

Luhut juga menyebutkan bahwa para pejabat sudah mulai beralih ke mobil listrik secara bertahap. Dirinya juga menyebut bahwa dirinya sudah mulai menggunakan mobil listrik, meskipun pada kesempatan tersebut dirinya masih menggunakan mobil konvensional.

Tidak dijelaskan apakah mobil listrik yang dimiliki tersebut adalah kendaraan pribadi, atau kendaraan dinas. Tapi Luhut berjanji bahwa sebentar lagi dirinya juga akan menggunakan mobil listrik.

Dijelaskan juga bahwa yang menjadi masalah utama dalam hal mobil listrik adalah persoalan chip. Luhut mencotohkan produsen kendaraan listrik Hyundai, yang saat ini disebut tengah kekurangan komponen chip untuk membangun kendaraan listriknya.

Saking parahnya, pembeli mobil listrik Hyundai disebut harus mengantre hingga 1,5 tahun. Namun di sisi lain hal tersebut disebut membuktikan bahwa permintaan terhadap mobil listrik di Indonesia sudah tinggi meskipun harga jualnya yang masih mahal.

Luhut juga memastikan bahwa pasokan untuk baterai mobil listrik tidak akan menjadi masalah. Meskipun tidak dijelaskan lebih detail apakah pabrikan seperti Hyundai di Indonesia sudah mulai mengadaptasi baterai yang dibuat secara lokal atau masih impor dari luar negeri.

Langkah yang diambil Luhut ini memang sejalah dengan instruksi yang diberikan Presiden Jokowi. Yaitu pertama, menetapkan regulasi, kedua menetapkan anggaran, dan ketiga melakukan pengadaan kendaraan listrik menggantikan kendaraan bermotor bakar.

 

Sumber: Kompas, Tempo

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *