Produksi EV Meningkat tapi Subsidi Mobil Listrik Belum Jelas

MOMOTRIK – Populasi mobil listrik kini memang mulai terlihat di kota-kota besar Indonesia. Namun adaptasi mobil listrik ini tidak dapat secepat yang diharapkan karena tidak diimbangi dengan subsidi mobil listrik yang diwacanakan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memang pernah menyebut pemerintah sedang merancang insentif hingga paket subsidi untuk pembelian kendaraan listrik. Yang tentunya menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke mobil listrik.

Sayangnya, rencana subsidi mobil listrik ini masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Hal ini bahkan dikonfirmasi oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang ternyata belum mendengar soal subsidi tersebut.

“Subsidi kendaraan listrik masih wacana. Kami belum lihat, karena itu kami belum bisa kasih komentar sampai ada konkritnya,” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo ketika diwawancara oleh media Bisnis Indonesia.

Hal tersebut tentu berarti bahwa realisasi terhadap rencana subsidi ini belum akan turun dalam waktu dekat. Padahal sebelumnya subisidi ini disebut akan disalurkan ke berbagai macam kendaraan listrik mulai mobil listrik, motor listrik, hingga transportasi umum.

Pemerintah paham bahwa mendorong adaptasi mobil listrik kepada masyarakat Indonesia memang bukan hal yang mudah. Maka dari itu Presiden Joko Widodo menghendaki Indonesia juga menjadi produsen mobil listrik yang aktif .

Maka dari itu pabrikan otomotif lokal terus menggenjot produksi mobil listriknya. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan bahwa saat ini setidaknya sudah ada 35 perusahaan motor listrik, tiga perusahaan mobil listrik, dan empat perusahaan bus listrik yang aktif.

“Kapasitas produksinya untuk bus itu 2.480 unit, 14.000 unit mobil listrik, serta 1,04 juta unit untuk kendaraan roda dua atau tiga listrik,” ujar Agus dikutip dari Kompas.

Dengan jumlah produksi yang sangat mumpuni, tentu harusnya menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk dapat segera beralih ke kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Apalagi ke depannya akan semakin banyak brand otomotif dan investor baru kendaraan listrik yang masuk.

Selain harga kendaraan yang masih tinggi karena belum mendapat subsidi mobil listrik, ada beberapa tantangan lain yang dihadapi. Salah satu diantaranya adalah ketersediaan jaringan charging station dan swap station.

Kemampuan daya tempuh kendaraan listrik yang tersedia di Indonesia juga menjadi sorotan. Sedangkan yang terakhir adalah kompetensi sumber daya manusia industri itu sendiri. Hal inilah yang membuat pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus dapat mencarikan solusi yang tengah dihadapi.

 

Featured image by koranbernas

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *