Elon Musk Harus Menjual Saham Tesla Gara-gara Twitter

MOMOTRIKElon Musk jelas menjadi salah satu sosok yang kontroversial di dunia otomotif, terutama kendaraan listrik. Berhasil membesarkan Tesla menjadi salah satu pabrikan mobil listrik terlaris di dunia, namun kini Elon harus menjual beberapa saham miliknya di Tesla.

Penyebabnya tidak lain adalah karena keputusan dirinya untuk membeli media sosial Twitter dengan harga fantastis $44 miliar atau sekitar Rp 690 triliun. Angka yang akhirnya menuntut Elon untuk mencari jalan lain untuk memenuhinya.

Menurut laporan CNBC, sang konglomerat dikabarkan harus menjual setidaknya 19,5 juta saham miliknya yang ada di tesla. Membuat kepemilikan Elon terhadap brand mobil listriknya tersebut turun hingga 14%. Jumlah saham tersebut sendiri bernilai $3,95 miliar atau sekitar Rp 61,7 triliun.

Media sosial Twitter memang telah resmi beralih kepemilikan kepada Elon Musk pada awal bulan Oktober 2022 lalu. Meskipun belum menyelesaikan seluruh pembayaran akuisisinya, namun Elon telah membuat banyak perombakan dan ide-ide baru terhadap Twitter.

Namun kepemilikan Elon terhadap media sosial ‘burung biru’ itu bukan tanpa resiko, karena Elon mau-tak mau harus menarik belasan insinyur Tesla untuk membantu dirinya melakukan review dan keperluan lainnya di Twitter.

Hal tersebut pun membuat para investor Tesla mulai khawatir, karena dalam beberapa waktu terakhir sang CEO mulai menghabiskan lebih banyak waktunya mengurusi banyak hal lain termasuk Twitter. Padahal Elon harusnya tetap fokus pada brand Tesla.

Apalagi Tesla juga tengah masih berusaha untuk mengimbangi tekanan ekonomi terutama untuk pasar-pasar penting mereka di luar Amerika Serikat. Persaingan mobil listrik memang semakin ketat seiring bertambah banyaknya produsen mobil listrik baru di seluruh dunia.

Produksi mobil-mobil baru Tesla seperti Cybertruck juga harus terus mengalami penundaan karena berbagai masalah. Membuat para investor Tesla merasa Musk harus memberi perhatian baik secara finansial dan juga pemikiran terhadap Tesla.

Dan kabar buruknya, keputusan Elon Musk untuk menjual beberapa hampir 20 juta sahamnya di Tesla ternyata berbuntut buruk. Dari berita terbarunya, keputusan Elon tersebut membuat saham Tesla anjlok hingga hampir 49% dari tahun lalu.

Pada akhirnya, baik Elon Musk maupun Tesla saat ini berada di posisi yang sama-sama sulit. Namun sebagai CEO, Elon Musk memang berkewajiban untuk terus memastikan bahwa Tesla bisa melewati masa terburuknya, sekaligus menyambut masa barunya yang disebut akan mulai mempertimbangkan produk mobil Tesla yang lebih terjangkau.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *