Daihatsu dan CATL Teken Kerja Sama Percepat Elektrifikasi

MOMOTRIK – Meskipun berada di bawah Toyota, namun ternyata Daihatsu Motor Co. tidak sepenuhnya hanya mengikuti semua keputusan sang induk perusahaan. Seperti kerja sama yang baru saja dilakukan oleh Daihatsu dan CATL.

CATL yang notabene menjadi salah satu produsen baterai kendaraan listrik utama saat tersebut digandeng untuk mensuplai baterai-baterai lithium-ion untuk kendaraan-kendaraan listrik Daihatsu nantinya.

Namun dalam perjanjian ini tidak disebutkan jelas apakah mobil-mobil listrik yang dipasok baterai CATL ini hanya produk asal Jepang saja, atau dari negara lainnya. Mengingat di Indonesia sendiri, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tengah mengembangkan Daihatsu Ayla EV.

Yang pasti, baterai-baterai lithium-ion dari CATL tersebut akan digunakan untuk mobil-mobil micro (kei cars) yang akan dipasarkan di Jepang. Maka dari itu, Daihatsu tertarik untuk mengadopsi sistem baterai cell-to-pack (CTP) sekaligus battery management system (BMS) milik CATL.

  • Baterai LFP (lithium ferro-phosphate)
    ≥ 160 Wh/kg
    ≥ 290 Wh/l
  • Baterai NCM (nickel, cobalt, manganese)
    ≥ 250 Wh/kg: 255 Wh/kg menurut rilis pers terakhir
    ≥ 450 Wh/l

Teknologi baterai di atas dianggap cocok digunakan pada mobil-mobil kecil seperti kei car. Hal tersebut dikarenakan mobil-mobil listrik tersebut tidak membutuhkan jarak tempuh yang terlalu jauh. Sehingga baterai ekonomis tersebut dapat menekan harganya.

Apalagi CATL juga telah melengkapi produk-produk baterai EV-nya dengan teknologi fast-charging. Membuat baterai berukuran mungil tersebut dapat diisi dari 10 ke 80% hanya dalam 10 menit saja. Setidaknya menurut klaim dari CATL.

Image Credit: CATL

Kita belum dapat memastikan apakah Daihatsu Indonesia juga akan mengadopsi teknologi milik CATL ini. Namun di Jepang, Daihatsu kelihatannya akan bermain penuh di pasar kei-car elektrik. Mengingat pabrikan lain seperti Nissan dan Mitsubishi juga tengah masuk ke pasar ini.

“Dengan baterai CATL yang canggih, Daihatsu akan dapat meningkatkan produksi dan kinerja kendaraan listrik berkualitas dan terjangkau. Tidak hanya di Jepang tetapi juga pasar negara berkembang. Kerja sama ini akan mempercepat transisi Daihatsu menuju elektrifikasi.” tulis siaran pers-nya.

Bergabungnya Daihatsu dan CATL juga sebenarnya bukan kejutan, karena sang induk perusahaan Toyota telah menjadi partner dengan suplier baterai EV terbesar tersebut sejak 2019. Mobil-mobil listrik terbaru Toyota seperti bZ4X juga telah menggunakan baterai CATL.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *