Gogoro Fokus di Indonesia dan India, Tunda Ekspansi ke China

MOMOTRIK – Menjadi salah satu pengembang ekosistem motor listrik tercepat di Asia, Gogoro memang terus melakukan ekspansi. Namun target mereka untuk masuk ke China harus ditunda dan Gogoro memutuskan fokus di Indonesia dan India.

Perusahaan asal Taiwan tersebut telah melebarkan sayapnya ke negara-negara Asia, bahkan di negara-negara Eropa. Target mereka berikutnya sendiri adalah China yang notabene merupakan pasar motor listrik terbesar di dunia saat ini.

Sayangnya, rencana besar tersebut harus ditunda karena adanya isu geopolotik dan ekonomi di China. Ekonomi China memang tengah tidak stabil apalagi dengan kota besar mereka seperti Beijing berkali-kali harus melakukan lockdown karena naiknya virus Covid-19 di kota tersebut.

Gogoro kelihatannya tidak ingin mengambil resiko untuk masuk ke China meskipun potensi yang bisa mereka dapatkan dari pengembangan ekosistemnya di sana sangat besar. Maka dari itu mereka mencoba mengalihkan fokusnya ke negara lain terlebih dahulu.

Dikutip dari Reuters, CFO Gogoro Bruce Aitken mengatakan bahwa untuk saat ini pendapatan terbesar mereka berasal dari Taiwan, dan dengan ditundanya ekspansi China Aitken mengatakan bahwa “India dan Indonesia akhirnya menjadi pasar yang sangat menarik.”

Hal ini berarti untuk beberapa waktu ke depan Gogoro akan memberikan perhatian yang cukup besar untuk Indonesia. Yang mungkin akan direalisasikan lewat kerja sama lebih lanjut dengan Gojek, atau bahkan Gogoro memilih untuk mulai menjual motor listrik untuk personal di sini.

Namun fokus Gogoro di Indonesia sudah terlihat dari keikutsertaan Gogoro pada event KTT G20 yang baru saja berlangsung di Bali. Gogoro dan Gojek memang menjadi salah satu penyedia jasa transportasi roda dua pendukung selama acara internasional tersebut berlangsung.

Di India, Gogoro juga telah berkolaborasi dengan Zypp untuk mulai beroperasi di sana. Berbeda dengan Gojek, sistem bisnis mereka di India berupa platform skuter B2B unik yang tetap memanfaatkan teknologi pertukaran baterai inovatif milik Gogoro.

Diluar berbagai masalah yang tengah dihadapi China, negara tirai bambu memang menjadi pasar yang cukup sulit dimasuki oleh Gogoro. Hal tersebut dikarenakan raksasa baterai China, CATL juga telah membangun jaringan baterai-swap mereka di saentaro China.

Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan ambisi Gogoro yang tetap ingin memasuki China suatu saat nanti. Ke depannya, Gogoro juga menyebut adanya potensi kerja sama dengan pabrikan Foxconn. Apalagi Foxconn memang tidak memiliki produk roda dua hingga saat ini.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *